Morfologi dan Pertumbuhan Kelapa Sawit

Dalam bagian ini dibahas morfologi tanaman kelapa sawit dewasa. Kelapa sawit merupakan spesies Cocoideae yang paling besar habitusnya. Titik tumbuh aktif secara terus-menerus menghasilkan primordia daun setiap sekitar 2 minggu. Daun memerlukan waktu 2 tahun untuk berkembang dari proses inisiasi sampai menjadi daun dewasa pada pusat tajuk dan dapat berfotosintesis secara aktif sampai 2 tahun lagi. Proses inisiasi daun sampai lau kira-kira 4 tahun.

Daun merupakan para-pinnate dengan pinnae/anak daun tersusun dalam 2 atau lebih bidang yang ada pada setiap sisi rachis. Pada setiap ketiak dau terdapat satu primordium bunga. Tidak semua primordia bunga pada ketiak daun akan berkembang. Secara proporsional, beberapa bakal bunga akan rontok sebelum penyerbukan. Bunga jantan dan betina yang dihasilkan mempunyai siklus di mana jumlahnya beragam dari waktu ke waktu.

Setelah terjadi penyerbukan, bunga betina berkembang menjadi tandan buah. Dari daging buah serta intinya, dihasilkan minyak nabati.

1. Daun

Pengetahuan tentang daun kelapa sawit dan perkembangannya sangat penting bagi staf perkebunan. Pada daun itulah, terletak “pabrik” yang sebenarnya bagi produksi MKS dan IKS.

2. Batang

Batang kelapa sawit terdiri dari pembuluh-pembuluh yang terikat secara diskrit dalam jaringan parenkim. Meristem pucuk terletak dekat ujung batang, dimana pertumbuhan batang sedikit agak membesar. Aktivitas meristem pucuk hanya memberikan sedikit kontribusi terhadap jaringan batang karena fungsi utamanya yaitu menghasilkan daun dan infloresen bunga. Seperti umumnya tanaman monokotil, penebalan sekunder tidak terjadi pada batang.

Hal yang menarik dari sistem pembuluh kelapa sawit yaitu panjangnya umur sel-sel phloem. Sel-sel tersebut bertanggung jawab terhadap pergerakan asimilat ke bawah. Pada spesies dikotil yang mengalami penebalan sekunder, sel-sel phloem berganti setiap tahun atau dapat bertahan hanya sampai 5-10 tahun.

Pada spesies palem-paleman yang tidak mempunyai pertumbuhan sekunder, sel-sel phloem bertahan sepanjang umur tanaman tersebut. Perbedaan antara sieve tube tanaman kelapa umur 50 tahun dengan sieve tube kebanyakan tanaman Angiospermae muda hanyalah pada adanya kotoran/slime dan terbentuknya kalosa (sejenis polisakarida). Kedua hal ini berhubungan dengan penyumbatan sieve plate di antara sieve tube yang berdekatan.

Sedikit kalosa kadang-kadang dapat ditemui pada sieve plate kelapa sawit, tetapi tidak terdapat “kotoran”. Fungsi batang sebagai organ penimbunan zat makanan belum diketahui dengan jelas, tetapi umumnya batang mengandung sejumlah besar karbohidrat dan mineral, seperti kalium dan nitrogen.

3. Akar

Akar terutama sekali berfungsi untuk menunjang struktur batang di atas tanah, menyerap air dan unsur-unsur hara dari dalam tanah serta sebagai salah satu alat respirasi. Sistem perakaran kelapa sawit merupakan sistem akar serabut, terdiri dari akar primer, sekunder, tersier dan kuartener. Akar primer umumnya berdiameter 6-10 mm, keluar dari pangkal batang dan menyebar secara horisontal dan menghujam ke dalam tanah dengan sudut yang beragam.

Secara umum, sistem perakaran kelapa sawit lebih banyak berada dekat dengan permukaan tanah, tetapi pada keadaan tertentu akar juga bisa menjelajah lebih dalam. Pada areal tanaman kelapa sawit umur 5 tahun seluas 1 ha, permukaan absorpsi dari akar tersier dan kuarterner 5 kali lebih besar daripada akar primer dan akar sekunder yang digolongkan sebagai akar penjelajah.

Dari hasil penelitian Dr. Christophe Jourdan, dapat disimpulkan bahwa 23% dari total permukaan akar kelapa sawit merupakan akar absorpsi. Sebagian besar dari akar absorpsi tersebut 83,7% terdiri dari akar tersier, 28% dan akar kuartener 54,8%. Hanya sejumlah kecil zona absorpsi yang terdiri dari akar primer dan sekunder, yaitu kurang dari 10% dari total permukaan air primer dan sekunder tersebut.

4. Bunga

Kelapa sawit merupakan tanman monoecious/berumah satu. Artinya, bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu pohon, tetapi tidak pada tandan yang sama. Walaupun demikian, kadang-kadang dijumpai juga bunga jantan dan betina pada satu tandan (hermafrodit).

Bunga muncul dari ketiak daun. Setiap ketiak daun hanya dapat menghasilkan satu infloresen/bunga majemuk. Biasanya, beberapa bakal infloresen gugur pada fase-fase awal perkembangannya sehingga pada individu tanaman terlihat beberapa ketiak daun tidak menghasilkan infloresen.

Perkembangan infloresen dari proses inisiasi awal sampai membentuk infloresen lengkap pada ketiak dau memerlukan waktu 2,5-3 tahun. Infloresen akan muncul dari ketiak daun beberapa saat menjelang anthesis/penyerbukan. Pada tanaman muda (2-4 tahun), anthesis biasanya terjadi pada infloresen di ketiak daun nomor 20, sedangkan pada tanaman tua (>12 tahun) biasanya terjadi pada daun yang lebih muda, yaitu sekitar infloresen pada daun nomor 15.

Bunga kelapa sawit merupakan bunga majemuk yang terdiri dari kumpulan spikelet dan tersusun dalam infloresen yang berbentuk spiral. Bunga jantan maupun bunga betina mempunyai ibu tangkai bunga (peduncle/rachis) yang merupakan struktur pendukung spikelet. Umumnya dari pangkal rachis muncul sepasang daun pelindung yang membungkus infloresen sampai dengan saat-saat menjelang terjadinya anthesis. Dari rachis ini, terbentuk struktur triangular bract yang kemudian membentuk tangkai-tangkai bunga/spikelets.

5. Buah

Secara botani, buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe, terdiri dari pericarp yang terbungkus oleh exocarp/kulit, mesocarp dan endocarp/cangkang yang membungkus 1-4 inti/kernel. Inti memiliki testa/kulit, endosperm yang padat dan sebuah embrio.

Salah satu sifat ekonomis yang paling penting dari kelapa sawit yaitu ketebalan cangkang. Sifat ini diidentifikasikan oleh Beirnaert dan Vanderweyen pada tahun 1941 sebagai sifat yang dikendalikan oleh gen tunggal. Tanaman tipe pisifera mempunyai alela homosigot resesif sehingga tidak membentuk cangkang. Umumnya, tanaman pisifera gagal membentuk buah sehingga umumnya tidak ditanam secara komersial di perkebunan.

Walaupun demikian, beberapa jenis pisifera tetap fertil dan mampu berkembang biak. Menurut hasil penelitian, pisifera yang steril dapat juga menghasilkan buah normal jika inflorensinya secara teratur disemprot dengan auksin setelah terjadi anthesis. Tanaman tipe dura (tebal cangkang 2-8 mm) mempunyai alela homosigot dominan yang menghasilkan cangkan tebal.

Hibrida dari dura x pisifera yaitu tanaman tipe tenera yang mempunyai alela heterosigot. Tenera mempunyai cangkang yang tipis (0,5-4 mm) dan dikelilingi oleh cincin-cincin mesocarpya. Varietas tenera lebih disukai untuk penanaman komersial karena kandungan minyak di dalam mesocarpnya lebih tinggi daripada dura. Selain itu, dikenal juga istilah macrocarya, yaitu varietas dura yang mempunyai cangkang tebal (6-8mm).

Terminologi macrocarya akhir-akhir ini sudah tidak dipakai lagi karena tidak merupakan sifat genetik yang signifikan. Berdasarkan tipe buah yang abnormal, dikenal juga jenis kelapa sawit poissoni dan diwakkawakka yang mempunyai dua lapisan daging buah yang menyelimuti buah utama. Lapisan daging buah ini merupakan perkembangan dari androecium bunga betina dan di dalamnya kadang-kadang dijumpai struktur yang sifatnya mirip dengan cangkang dan kernel.

Pembagian tipe buah berdasarkan warna kulit buah dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe, yaitu 3 nigrescens, virescen dan albescen.

Nigrescens

Buah nigrescens berwarna ungi sampai hitam pada waktu muda dan berubah menjadi jingga kehitam-hitaman pada waktu matang. Tipe buah nigrescens hampir dominan ditemukan pada varietas tenera yang ditanam secara komersial di Indonesia.

Virescens

Pada waktu muda, buah virescen berwarna hijau dan ketika matang warnanya berubah menjadi jingga kemerahan, tetapi ujungnya tetap kehijau-hijauan.

Albescens

Pada waktu muda, buah albescen berwarna keputih-putihan, sedangkan setelah matang berubah menjadi kekuning-kuningan dan ujungnya berwarna ungu kehitam-hitaman.

Sumber:

Judul: Panduan Lengkap Kelapa Sawit, Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir

Penyusun: Iyung Pahan

Penerbit: Penebar Swadaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *