Analisis Investasi dan Kelayakan Ekonomi pada Kegiatan Penambangan Batubara

Pendahuluan

Batubara merupakan bahan galian yang bernilai strategis sebagai bahan bakar yang memiliki nilai energi yang cukup potensial untuk menyubsitusi sumber energi lain. Informasi mengenai sumber daya dan cadangan batubara menjadi hal yang mendasar dalam merencanakan strategi energi kebijakan nasional. Cadangan batubara (coal reserves) merupakan hal penting dalam menentukan penambangan endapan dengan ekonomis.

Tingkat kepastian cadangan terestimasi menentukan resiko kelayakan ekonomi tambang dan garansi bagi pengembalian modal (capital investment). Untuk melihat prospek cadangan batubara di daerah kuasa pertambangan selain dilakukan tinjauan dari segi teknik juga dilakukan kajian berdasarkan aspek keuangan dan keekonomian.

Kegiatan penambangan batubara tidak dapat dipisahkan dari permasalahan-permasalahan ekonomi yang kompleks sehingga membutuhkan pola pikir untuk menanganinya. Dalam penelitian kelayakan investasi penambangan batubara yang dilakukan, analisa keuangan, dan keekonomian ini dilakukan berdasarkan konsep kas aliran diskont (discounted cash flow analysis).

Aliran kas tersebut dibentuk dari beberapa parameter yaitu biaya kapital, hasil penjualan Batubara, biaya operasi penambangan dan pengolahan batubara, depresiasi dan amortisasi, pajak dan lain-lain

Tujuan

Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu :

1. Menghitung biaya penambangan batubara berdasarkan nisbah pengupasan.
2. Menghitung pengaruh naik dan turunnya biaya penambangan dan harga jual batubara terhadap kelayakan investasi.
3. Menentukan layak tidaknya rencana penambangan tersebut dengan metode yang telah ditentukan

Tinjauan Pustaka
Ekonomi Teknik

Ekonomi teknik adalah suatu teknik analisis dalam pengambilan keputusan, dimana terdapat beberapa alternatif rancangan teknis atau rencana investasi yang secara teknis dianggap sama-sama memenuhi persyaratan dan hendak dipilih salah satu yang paling ekonomis.

Analisis ekonomi teknik digunakan jika :

1. Aspek ekonomi mendominasi

2. Efisiensi ekonomi menjadi kriteria pemilihan alternatif

Kriteria ekonomi untuk memilih alternatif dapat dibagi menjadi 3 hal :

1. Input tetap : memaksimumkan hasil / keuntungan / output lain
2. Output tetap : meminimumkan ongkos / input lain
3. Input dan output tidak tetap : memaksimumkan selisih / beda antara output dan input / memaksimumkan keuntungan.

Apabila hanya ada satu alternatif rancangan teknis investasi yang memenuhi persyaratan teknis maka hendak ditentukan apakah alternatif tersebut layak secara ekonomis atau tidak. Pada umumnya, alteratif-alternatif rancangan teknis tersebut berjangka waktu beberapa tahun (multi years) dan menyangkut biaya yang relatif besar sehingga timbul masalah waktu dari uang (time value of money).

Metode yang digunakan dalam analisa ekonomi teknik tergantung dari jenis permasalahan yang ada. Apakah proyek tersebut merupakan pembuatan produk baru (profit adding project) ataukah merupakan kelanjutan dari yang
sebelumnya karena ingin menjaga tetap sikap langgengnya keuntungan yang diperoleh (
profit maintaining project) yang disingkat sebagai PMP.

PMP ini dapat saja dilakukan dengan mengganti peralatan yang digunakan (replacement project) ataukah pendanaan yang berkaitan keperluan selama proses produksi secara harian atau bulanan (necessity project). (Ristono, dkk, 2011)

Kegiatan Penambangan

Kegiatan penambangan batubara merupakan rangkaian proses pemindahan material batubara dari permukaan ataupun bawah permukaan. Kegiatan penambangan dimulai dengan melakukan pengupasan tanah pucuk (Top Soil Removal) yang kemudian disimpan di tempat penimbunan top soil untuk dirawat agar dapat digunakan kembali untuk untuk revegetasi lahan.

Langkah selanjutnya adalah pengupasan tanah penutup (Overburden). Pembongkaran tanah penutup dapat dilakukan dengan alat gali mekanis apabila mudah digali, tetapi apabila batuannya sangat kompak dan keras biasanya dibongkar dengan peledakan, yang kemudian diangkut dan ditimbun di waste dump. Selanjutnya adalah
penambangan batubara yang dilakukan secara sistematis.

Batubara yang telah digali dimuat ke dalam truck atau belt conveyor untuk kemudian diangkut ke unit pengolahan, tempat penimbunan, atau tempat batubara tersebut akan di manfaatkan (Arif, 2014). Pemilihan suatu alat tidak hanya didasarkan pada besarnya produksi atau kapasitas alat tersebut, tetapi juga didasarkan atas ongkos termurah untuk tiap tonnya.

Oleh karena itu harus pula diketahui bagaimana caranya memperkirakan ongkos produksi per ton suatu alat mekanis (Prodjosumarto, Partanto, 1993).

Investasi

Suatu investasi merupakan kegiatan menanamkan modal jangka panjang, dimana selain investasi tersebut perlu pula disadari dari awal bahwa investasi akan diikuti oleh sejumlah pengeluaran lain yang secara periodik perlu
disiapkan. Pengeluaran tersebut terdiri dari biaya operasional (
operating cost), biaya perawatan (maintenance cost), dan biaya-biaya lainnya yang tidak dapat dihindarkan.

(Giatman, 2006) Beberapa asumsi yang dugunakan dalam analisis adalah :

1. Struktur pembiayaan yang terdiri dari pinjaman dan modal sendiri

2. Suku pinjaman bank

3. Harga penggunaan alat

4. Metode perhitungan depresiasi dan amortisasi adalah linier

Modal Tetap

Modal tetap terdiri dari :

1. Pengurusan perijinan dan ijin usaha penyelidikan eksplorasi

2. Pembebasan lahan dan pemukiman penduduk

3. Sarana penunjang

4. Peralatan penambangan, pengankutan, pengolahan dan pelabuhan (Giatman, 2006)

Modal Kerja

Biaya modal kerja (working capital) adalah biaya yang harus disediakan oleh perusahaan, untuk memenuhi biaya produksi penambangan, sampai dengan masa dimana perusahaan dapat memperoleh pendapatan sendiri dari hasil penjualan batubara. (Giatman, 2006)

Sumber Dana

Pada dasarnya pemilihan sumber dana yang pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya yang terendah, dan tidak menimbulkan kesulitan likuditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut.

Sumber-sumber dana yang utama adalah

1. Modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan.

2. Saham biasa atau saham preferen (yang juga merupakan modal sendiri) yang diperoleh dari emisi (penerbitan) saham di pasar modal.

3. Obligasi, yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijula dipasar modal.

4. Kredit bank, baik kredit investasi maupun non-investasi.

5. Leasing (sewa guna), dari lembaga keuangan non-bank.

6. Project finance. Tipe pendanaan ini merupakan tipe pendanaan yang makin banyak dipergunakan untuk membiayai proyek-proyek besar (Husnan S, dkk, 2000).

Biaya

Dalam Proses produksi untuk menghasilkan suatu produk, perusahaan biasanya mengeluarkan berbagai macam biaya. Biaya yang beraneka ragam tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan dasar, yakni: bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan over head pabrik. (Jusup, 2005) Dalam membicarakan biaya sebenarnya diketahui ada 2 istilah atau terminologi biaya yang perlu mendapat perhatian, yaitu sebagai berikut :

1. Biaya (cost) yang dimaksud dengan biaya disini ialah semua pengorbanan yang  dibutuhkan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang diukur dengan nilai uang.

2. Pengeluaran (expence) yang dimaksud dengan expence ini biasanya yang berkaitan degan sejumlah uang yang dikeluarkan atau dibayarkan dalam rangka mendapatkan suatu hasil yang diharapkan. (Giatman, 2006)

Bunga

Bunga (interest) adalah sejumlah uang yang dibayarkan akibat pemakaian uang yang dipinjam sebelumnya. Penarikan bunga pada dasarnya merupakan kompensasi dari penurunan nilai uang selama waktu peminjaman sehingga besarnya bunga relatife sama besarnya dengan penurunan nilai uang tersebut.

Oleh karena itu, seseorang yang membungakan uangnya sebesar tingkat penurunan nilai uang (inflasi), tidak akan
mendapat keuntungan ekonimis terhadap uang yang dibungakan itu, tetapi hanya meminjamkan nilai kekayaan yang bersangkutan relatife tetap dan stabil. (Giatman, 2006) Ada dua macam bung, yaitu bunga biasa (
simple interest) dan bunga yang menjadi berlipat (compound interest).

Sedangkan untuk laju/tingkat bunga juga ada dua, yaitu laju/tingkat nominal (nominal interest Rates) dan laju/tingkat bunga efektif (effective interst rates). (Kodoatie R J, 2005)

Pendapatan

Pendapatan penjualan (sales revenue) pada suatu periode adalah besarnya dana yang diterima oleh perusahaan dari hasil penjualan batubara bersih pada periode itu, berdasarkan harga pasar yang berlaku pada saat itu. (Giatman, 2006)

Pajak

Pajak dikenakan terhadap penghasilan kotor yaitu penghasilan yang didapat dari income yang dikurangi dengan biaya-biaya operasional setelah didapat gross profit, kemudian dikurangi dengan pajak yang dikenakan. Sebetulnya ada banyak jenis pajak yang dikenakan pada sebuah perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pajak pendapatan, yaitu pajak yang dipungut sebagai fungsi dari pendapatan usaha ataupun perorangan, yang besarnya dihitung sebagai presentase dari pendapatan bersih perusahaan atau perorangan

2. Pajak kekayaan yang dibebankan oleh pemerintah pada pemilik tanah, bangunan, mesin atau peralatan, barang inventaris, dan lain-lain sesuai dengan peraturan.

3. Pajak penjualan yang ditetukan sebagai fungsi dari pembelian barang ataupun pemberian pelayanan dan tidak ada kaitanmya dengan pendapatan bersih atau keuntungan perusahaan. Pendapatan Kena Pajak = Jumlah Pendapatan – Bunga – Depresiasi Pajak = Pendapatan Kena Pajak x Pajak (%). (Giatman, 2006)

Depresiasi

Depresiasi adalah penyusutan atau penurunan nilai asset bersamaan dengan berlalunya waktu sebagaimana diketahui pengertian asset mencakup current asset dan fixed asset, namun asset yang terkena depresiasi hanya fixed asset (asset tetap) yang pada umumnya bersifat fisik, seperti bangunan, mesin atau peralatan, armada, dan lain lain.

(Giatman,2006) Klasifikasi umum jenis depresiasi yang digambarkan dalam persyaratan meliputi depresiasi fisik, depresiasi fungsional dan kecelakaan. Depresiasi aset karena keausan atau kerusakan aset dikenal sebagai depresiasi fisik.

Depresiasi fungsional dihasilkan bukan dari kemunduran kemampuan aset untuk melayani tujuan yang diharapkan, tetapi dari perubahan permintaan atas jasa yang dapat dihasilkan aset itu. (Thuesen G J, 2001) Amortisasi Biaya-biaya yang dikeluarkan lebih dahulu akibat pengurangan nilai suatu biaya. Yang termasuk dalam amortisasi yaitu :

1. Kegiatan eksplorasi dan studi

2. Biaya perijinan

3. Biaya administrasi dan overhead

Aliran Kas (Cash Flow)

Cash flow adalah tata aliran uang masuk dan keluar per periode waktu pada suatu perusahaan. Cash flow terdiri dari :
1.
Cash in (Uang Masuk), umumnya berasal dari penjualan produk atau manfaat terukur (benefit).

2. Cash out (Uang keluar), merupakan kumulatif dari biaya-biaya (cost) yang dikeluarkan.

Cash flow yang dibicarakan dalam ekonomi teknik adalah cash flow investasi yang bersifat estimasi / prediktif. Karena kegiatan evaluasi investasi pada umumnya dilakukan sebelum investasi tersbut dilaksanakan, jadi perlu dilakukan estimasi atau perkiraan terhadap cash flow yang akan terjadi apabila rencana investasi tersebut dilaksanakan.

Dalam suatu investasi tersebut secara umum, cash flow akan terdiri dari 4 komponen utama, yaitu ;

1. Investasi

2. Operational cost

3. Maintenance cost

4. Benefit / manfaat

Sumber:

ANALISIS INVESTASI DAN KELAYAKAN EKONOMI
PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA PT.
PINGGAN WAHANA PRATAMA JOB SITE PT.
SINGLURUS PRATAMA, KECAMATAN SAMBOJA,
KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI
KALIMANTAN TIMUR

Ondo Immanuel Samosir, Tommy Trides, Farah Dinna
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *