Manfaat dan Peranan Cuaca Iklim

Manfaat dan Peranan Cuaca/Iklim – Cuaca merupakan fisik yang berlangsung di atmosfer pada suatu saat dan tempat/ruang tertentu, yang dinyatakan dalam berbagai variable disebut unsur-unsur cuaca.

Unsur-unsur ini diamati satu atau beberapa kali dalam sehari sebagai data cuaca diurnal, yang selanjutnya hasil pengamatan dikumpulkan selama beberapa tahun yang merupakan data historis jangka panjang tentang perilaku atmosfer yang mencirikan iklim.

Sehingga hasil pengamatan data tersebut merupakan informasi penting pada berbagai bidang terutama yang berkaitan dengan kehidupan manusia seperti kehutanan dan pertanian.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari informasi cuaca/iklim adalah:

  1. Sebagai peringatan dini dari dampak negative yang ditimbulkan oleh cuaca/iklim yang ekstrim seperti banjir, kekeringan dan angin kencang.
  2. Menyelenggarakan kegiatan atau usaha dibidang teknik, ekonomi dan sosial yang sesuai dengan ciri dan sifat cuaca/iklim, sehingga dapat dihindari kerugian yang diakibatnya.
  3. Melaksanakan kegiatan tersebut sebaiknya memanfaatkan pula teknologi pemanfaatan sumber daya cuaca/iklim.
Istilah dan Batasan Cuaca/Iklim

Cuaca: Semua proses/peristiwa fisik yang terjadi/berlangsung di atmosfer pada suatu saat dan tempat tertentu atau nilai sesaat dari atmosfer serta perubahannya dalam jangka pendek disuatu tempat tertentu di bumi.

Iklim: Penyebaran cuaca dari waktu ke waktu (hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun) dan termasuk didalamnya harga rata-rata dan harga-harga ekstrim atau keadaan rata-rata cuaca pada suatu periode yang cukup lama atau daerah yang cukup luas.

Sifat data cuaca dan iklim adalah data diskontinyu yang terdiri dari pancaran surya, lama penyinaran surya, presipitasi (hujan, hujan es, salju dan embun) dan penguapan (evaporasi dan transpirasi).

Penyajian datanya dalam bentuk nilai akumulasi dan ditampilkan dalam grafik histogram. Sedangkan data kontinyu terdiri dari suhu, kelembaban, tekanan udara dan angin disajikan dalam angka-angka atau rata-rata dan grafiknya dalam bentuk kurva.

Unsur-Unsur dan Pengendali Cuaca/Iklim

Cuaca dan iklim merupakan ramuan dari berbagai unsur dan dalam ilmu fisika disebut besaran.

Adapun unsur tersebut antara lain:

  1. pancaran surya, bumi dan atmosfer
  2. suhu udara dan tanah
  3. tekanan udara
  4. angin
  5. kelembaban udara dan tanah
  6. keawanan
  7. presipitasi
  8. penguapan (Evapotranspirasi).

Jika salah satu unsur cuaca berubah (terutama pancaran surya) maka satu atau lebih unsur lainnya akan berubah, perubahan secara menyeluruh itulah yang disebut perubahan cuaca.

Iklim akan berbeda dari suatu lokasi/daerah kelain lokasi/daerah. Perubahan dan perbedaan cuaca/iklim disebabkan oleh pengendali cuaca/iklim, yaitu:

  1. altitude (ketinggian tempat)
  2. latitude (lintang)
  3. penyebaran daratan dan perairan
  4. daerah-daerah tekanan tinggi dan rendah
  5. arus-arus laut
  6. gangguan-gangguan atmosfer
  7. satu atau lebih unsur cuaca dan iklim (terutama pancaran surya)
Mekanisme Pembentukan Cuaca Iklim

Penyerapan energi surya oleh permukaan bumi akan mengaktifkan molekul-molekul gas atmosfer sehingga terjadi pembentukan cuaca.

Perubahan sudut datang surya tiap saat dalam sehari atau setahun pada suatu lokasi dibumi akan mengakibatkan perubahan jumlah energi surya.

Perubahan tersebut meliputi pemanasan dan pendinginan udara, peningkatan dan penurunan tekanan udara, gerakan vertikal dan horizontal udara, penguapan dan kondensasi (pengembunan), pembentukan awan, presipitasi.

Oleh karena itu dengan faktor pengendalinya akan membentuk cuaca sesaat yang dalam jangka panjang akan membentuk tipe-tipe iklim.

Gambar 1 Mekanisme pembentukan cuaca/iklim (Threwarta, G. T, 1968)

Cabang-Cabang Meteorologi/Klimatologi

Ilmu tentang cuaca disebut meteorology dan ilmu tentang iklim disebut klimatologi adalah dua ilmu pengetahuan fisika yang membahas tentang proses dan gejala serta penyebarannya menurut ruang dan waktu yang terjadi di atmosfer bumi.

Meskipun kedua cabang ilmu ini terlepas satu sama lain, tetapi keduanya sulit dipisahkan.

Meteorologi lebih menekankan pada proses terjadinya cuaca (kenapa terjadi hujan lebat, suhu ekstrim, awan), sedangkan klimatologi lebih menekankan pada penyebearan dari hasil proses tersebut baik harian maupun tahunan.

Cabang-cabang meteorologi/klimatologi: Klimatograf, Meteorologi/Kimatologi fisik, Meteorologi/Klimatologi dinamik dan Meteorologi/Klimatologi Terapan. Sedangkan ruang lingkup Klimatologi dapat dilihat pada Bagan dibawah ini

Gambar 2 Ruang Lingkup Klimatologi

Hubungan Antara Cuaca/Iklim dengan Kehutanan/Pertanian

Ruang lingkup klimatologi pertanian terbentang antara lapisan tanah sedalam perkaran tanaman hingga lapisan udara tertinggi yang berhubungan dengan penyebaran biji, spora, tepung sari dan serangga.

Dibidang kehutanan ruang lingkup klimatologi dapat dimulai dari beberapa meter dibawah permukaan tanah sampai beberapa meter diatas permukaan tajuk pohon.

Secara makro, hubungan iklim dengan vegetasi hutan dapat dilihat dengan jelas pada penyebaran tipe/formasi hutan di dunia berdasarkan letak lintangnya.

Selain iklim yang alami, juga diperhatikan keadaan lingkungan buatan seperti penghalang angin, naungan, irigasi, rumah kaca, gudang tempat penyimpanan produksi pertanian dan kandang ternak.

Hubungan antara cuaca/iklim dengan kehutanan/pertanian dapat diperhatikan sebagai berikut:

1. Hutan

Cuaca iklim dapat mempengaruhi kondisi dan penyebaran vegetasi hutan dari satu tempat ke tempat lain.

Vegetasi hutan pada daerah tropis adalah yang paling tinggi keragamannya dan semakin ke kutub pertumbuhan dan penyebaran vegetasi hutan semakin dibatas.

Cuaca/iklim di dalam areal hutan harus dipantau karena akan mempengaruhi kelestarian hutan / Sustainable Forest Management (SFM)

2. Tanah

Tanah adalah hasil pelapukan batuan selama periode waktu lama yang diakibatkan oleh perubahan cuaca.

Cuaca/iklim dapat mempengaruhi sifat-sifat kimia dan fisika tanah serta organisme yang ada didalamnya

3. Tanaman

Dimulai dari fase per kecambahan, fase vegetatif, generatif dan panen dipengaruhi oleh lingkungan, demikian juga pasca panen.

Kualitas produksi tanaman yang dipanen pada musim hujan sangat berbeda jika di panen pada musim kemarau.

Faktor-faktor iklim dapat berperan mencegah terjadinya kebakaran hutan. Contoh musim kemarau yang pendek, sering ada hujan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan atau padang rumput.

4. Peternakan

Cuaca/iklim dapat berpengaruh langsung terhadap ternak, contohnya ternak sapi perah agar hasil susunya berkualitas dan berkuantitas maka sebaiknya dipelihara di pegunungan.

Pengaruh secara langsung melalui makanannya yang berasal dari hijauan maupun biji-bijian.

Penyebaran geografis ternak, seperti kerbau dan sapi. Contoh kerbau lebih banyak ditemukan pada daerah basah, banyak hujan da daerah rawa. Sedangkan sapi tumbuh baik jika diternakkan di tempat yang sedikit kering.

5. Hama dan Penyakit

Pada musim hujan kondisi iklim menjadi lembab sehingga banyak tanaman diserang penyakit, pada musim kemarau diserang hama.

Tinggi rendahnya populasi hama & penyakit tergantung pada keadaan lingkungan. Keadaan lembab menyebabkan jumlah penyakit akan optimum dan keadaan suhu yang tinggi serta kering jumlah hama optimum.

Cuaca/iklim dapat mempengaruhi organisme hama atau penyakit dan tanaman yang terserang.

Proteksi hama & penyakit dengan menggunakan pestisida dapat dicari pada saat yang tepat karena aplikasinya tergantung pada hujan, angin, suhu dan unsur cuaca lainnya.

6. Bangunan-bangunan Pertanian

Merencanakan bangunan-bangunan pertanian seperti tingginya bendungan, dalamnya saluran draenase harus memperhitungkan keadaan cuaca/iklim setempat.

Kandang ternak agar kuat mendapat tepaan angin maka sebaiknya ditanami pohon-pohon pelindung angin.

Disamping itu dapat melindungi ternak agar tidak mengenai langsung angin sehingga dapat mengganggu kesehatan.

Demikian juga mesin-mesin pertanian yang kondisi lembab dapat berakibat cepat mengalami karat.

7. Modifikasi Cuaca/Iklim

Secara makro manusia belum dapat mengendalikan cuaca/ikilm, tapi secara mikro sudah banyak yang dilakukan seperti irigasi, Air tidak didapatkan dari hujan melainkan melalui saluran irigasi yang datang dari waduk.

Waduk merupakan hasil modifikasi hujan. Demikian juga halnya dengan pohon-pohon pelindung menaungi terhadap matahari langsung.

8. Pengukuran Iklim pada Percobaan Agronomi

Masalah-masalah seperti banyaknya air irigasi yang diperlukan untuk padi sawah, waktu penumpukan, seleksi tanaman tertentu.

Iklim berpengaruh nyata pada setiap fase kegiatan pertanian, demikian pula perencanaan kegiatan pertanian sehari-hari sampai jangka panjang tidak luput dari pengaruh cuaca/iklim.

Penerapan suatu hasil penelitian harus selalu diikuti dengan pengukuran cuaca iklim agar dapat dibahas pengaruh yang baik dan buruk, serta ketahanan tanaman terhadap hama & penyakit pada berbagai keadaan cuaca/iklim.

Dengan hasil pengukuran tersebut dapat diketahui cara memilih tempat yang sesuai untuk tanaman tertentu atau memilih tanaman yang sesuai untuk suatu tempat tertentu.

Selanjutnya dapat diketahui dimana daerah-daerah yang sesuai dengan dukungan data cuaca/iklim secara kuantitatif, untuk mengembangkan suatu usaha pertanian agar mendapat nilai tambah.

Sumber:

Judul: Buku Ajar Klimatologi (Suatu Pengantar) Fakultas Kehutanan Universitas Hasanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *