Hikmah Puasa Ramadhan

29 Sya’ban 1441

Hikmah Puasa Ramadhan
(Tadabbur QS. Al-Baqarah ayat 183)
Bag. 1
Oleh : Dr. Samsul Basri, S.Si, MEI.

Insya Allah, malam nanti akan kita dengarkan hasil sidang Itsbat mengenai awal Ramadhan. Jika hilal terlihat, insya Allah besok (Jum’at) dengan segala keterbatasan karena musibah covid-19, “Kita” mulai menjalani ibadah puasa Ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan.

Mari menyambut dan mengisi Ramadhan dengan menyelami dan mengambil pelajaran berharga dari ayat ayat puasa di surat Al Baqarah dari ayat 183 sampai ayat 187. Pada tulisan kali ini, fokus pada pelajaran berharga di ayat 183. Bacalah ayat tersebut dengan penuh tadabbur.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

Perhatikan seruan, Yaa ayyuhalladziina aamanuu (wahai orang orang yang beriman). Di dalam Al Qur’an terdapat 89 ayat yang diawali dengan seruan seperti ini. Jika “anda” berkesempatan, buka dan lihatlah ayat ayat tersebut. Niscaya akan anda dapati setelah seruan Yaa ayyuhalladziina aamanuu pasti akan diikuti setelannya perintah atau larangan. Hal ini menjadi isyarat penting dari Allah bahwa hanya orang yang beriman yang selalu terpanggil dan tergerak hatinya untuk bersegera melaksanakan perintah Allah dan bersabar meninggalkan larangan Allah.

Mengapa dengan seruan tersebut, “Hati” yang terpanggil dan tergerak untuk melakukan ketaatan dan meninggalkan larangan?!
Karena Iman adalah sebuah energi ruhiyah yang disemayamkan ke dalam hati orang-orang yang beriman. Buka dan bacalah surat al Hujurat ayat ke-7,

… وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ وَكَرَّهَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكُفۡرَ وَٱلۡفُسُوقَ وَٱلۡعِصۡيَانَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ

… Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. … (Surat Al-Hujurat, Ayat 7)

Semakin banyak “Energi iman” semakin kuatlah respon seseorang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Jika energi ini melemah, maka menjadi lemahlah respon seseorang terhadap perintah dan menjadi beratlah dia meninggalkan larangan. Maka kewajiban “Kita” terbesar di dunia ini adalah menjaga, menambah dan menguatkan keimanan. Inilah diantara sejumlah alasan mengapa kami mengajak anda untuk selalu mentadabburi ayat ayat Allah. Sebab mentadabburi ayat ayat Allah dapat menambah dan meningkatkan keimanan. Allah berfirman,

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (Surat Al-Anfal, Ayat 2)

Bersyukurlah “Kita” kepada Allah jika “Kita” termasuk pemilik hati yang selalu terpanggil dengan seruan tersebut. Sebab Allah yang Maha Tahu tentang hati-hati manusia, telah memeriksa dan memilih diantara “Kita” (manusia), siapa yang hatinya layak diterangi cahaya iman dan siapa yang tidak.

Bagi yang mendapatkan nikmat iman di hatinya, dengan segala kondisi “buruk” sekali pun yang menimpanya, termasuk musibah covid -19 ini, tetaplah bergembira dan bersuka cita, sebab Allah menjamin kemuliaan dan derajat yang tinggi,

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman. (Surat Ali ‘Imran, Ayat 139)

~*~

Marhaban Yaa Ramadhan. Allahumma ballighnaa Ramadhaana. (Ya Allah perjumpakan kami dengan Ramdhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *