Dendrologi (Part 1)

Pendahuluan

Dendrologi berasal dari kata Dendro yang artinya pohon dan Logos yang artinya ilmu. Jadi Dendrologi adalah ilmu pengetahuan tentang flora pohon terutama yang tumbuh dalam hutan/Ilmu taksonomi tumbuhan berkayu (pohon).

Tumbuhan berkayu terdiri dari:

  1. Adanya jaringan pembuluh (xylem, phloem)
  2. Tumbuhan tahunan
  3. Kadar selulosa dan hemiselulosa sekitar 60% – 70%
  4. Lignin sekitar 40-30%
Ruang Lingkup Dendrologi
  1. Taksonomi
  2. Ekologi
  3. Cara Pengenalan
  4. Kegunaan Terpenting
Biodiversitas Jenis Pohon

Indonesia termasuk kawasan flora malesia terdiri dari:

  1. 25.000 – 30.000 jenis tumbuhan berbungan;
  2. 4.000 – 4.500 jenis pohon, dan;
  3. 267 jenis kayu komerisal (tercakup dalam 120 jenis kayu perdagangan).
Manfaat dan Posisi Dendrologi
  1. Untuk mensistematisasi pengetahuan tentang pohon yang sangat beragam
  2. Memberikan pedoman untuk pengenalan pohon
  3. Mengalami berbagai macam variasi yang bersifat fenotipa maupun genotipa

Dendrologi sebagai basic science bagi ilmu-ilmu terapan kehutanan: Silvikultur, Ekologi Hutan, Pemanenan dll.

1. Morfologi Tumbuhan

Cabang dari ilmu tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan. Morfologi tumbuhan terbagi 2 (dua) yaitu:

  1. Morfologi luar atau morfologi dalam arti sempit
  2. Morfologi dalam atau anatomi tumbuhan

Morfologi luar organ tumbuhan:

  1. daun
  2. bungan
  3. buah
  4. kulit
  5. batang
  6. akar
Arstiektur pohon
A. Daun

Adalah bagian atau organ tumbuhan yang berfungsi dalam fotosistesa, respirasi & transpirasi. Bagian daun menunjukkan pola-pola yang khas dan penting dalam taksonimi.

B. Daun (Folium)

Bagian-bagian daun yang lengkap:

  1. Helaian daun (Lamina)
  2. Tangkai daun (Petiolus)
  3. Upih daun/pelepah daun (Vagina)

Adakalanya tangkai daun tidak ada dan helai daun langsung melekat pada ranting/daun duduk (sessile). Beberapa daun disertai organ yang menyerupai daun atau seperti sisik, daun penumpu atau stipule yang melekat pada ranting di kedua sisi daun.

Tumbuh yang memiliki stipule disebut stipulate, sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki stipule disebut estipulate.

C. Komposisi Daun
  1. Daun Tunggal
  2. Daun Majemuk
D. Tata Daun (Phyllotaxy)
  1. Opposite
  2. Alternate
  3. Whorled atau verticillate
E. Bentuk Daun

Bentuk daun atau anak daun mempunya arti di dalam taksonomi, sebab adakalanya bentuknya khas untuk suatu jenis.

  1. Accicular berbentuk jarumsangat panjang dan meruncing. Contoh pada daun pohon pinus.
  2. Scallike berbentuk sisik kecil, pendek, meruncing tajam, melebar pangkanya.
  3. Liner berbentuk garis panjang daun ada beberapa kali.
  4. Oblong berbentuk memanjang, panjang daun kurang lebih 2,5 dikali lebarnya. Contoh pada Ficus elastica.
  5. Laceolate berbentuk lanset panjang kurang lebih 3-5 kali lebarnya, bagian terlebar pada dititik sekitar 1/3 bagian panjang dari pangkal; menyempit pada ujungnya. Contoh pada Salix
  6. Oblanceolate bentuk lanset sungsang.
  7. Ovate berbentuk bulat telur, dengan bagian yang terlebar dekat pangkal.
  8. Obovate berbentuk bulat telur sungsang.
  9. Elliptical berbentuk elips.
  10. Oval berbentuk jorong, panjang daun kurang lebih 1,5 dikali lebarnya.
  11. Obticular berbentuk bundar, panjang dan lebar sama.
  12. Reniform berbentuk ginjal.
  13. Cordate berbentuk jantung.
  14. Deltoid berbentuk delta, bentuk dari segi tiga sama kaki.
  15. Rhomboid berbentuk belah ketupat.
  16. Spatulate berbentuk sudip.
Bentuk Tepi Daun

Ujung Daun

Pangkal Daun

Permukaan Daun
  1. Glabrous – tanpa rambut, licin, gundul;
  2. Pubescent – berbulu pendek, lembut;
  3. Villous – berambut panjang, lurus, putih keperak-perakan;
  4. Tomentose – berambut seperti wol, ikal;
  5. Scabrous – berambut pendek, kasar;
  6. Glaucous – warna putih kebiruan dan  berlilin;
  7. Rugose – berkeriput, karena keadaan tulang daun yang tenggelam;
  8. Glandular – berkelenjar resin, minyak.
2. Morfologi Bunga
Bunga

Dianggap sebagai ranting dengan daun-daun yang berubah fungsi. Morfologi merupakan dasar dari sistem klarifikasi tumbuhan/penting untuk diketahui dan dipahami.

Bahan Organisasi Bunga

Tata atau Susunan Bunga
  1. Axillary – bunga-bunga tersusun pada ketiak-ketiak daun
  2. Terminal – bunga-bunga tumbuh pada ujung ranting
Komposisi Bunga
  1. Bunga tunggal: pada satu tangkai bunga terdapat hanya satu bunga
  2. Bunga majemuk atau inflorescence: bunga-bunga berkelompok atau bunga-bunga tersusun pada satu tangkai persekutuan- Bunga majemuk terbatas
    a. Cyme- Bunga majemuk tidak terbatas
    a. Spike, Catkin atau ament, Raceme, Panicle, Corymb, Umbel, Head.
Inflorenscence

3. Morfologi Buah

Adalah organ tumbuhan yang mengandung biji, tipe buah terdiri dari:

  1. Buah Conifer: dapat kering atau berdaging;- Buah yang terdiri dari satu biji yang sebagian atau seluruhnya tertutup oleh aril (daging biji).
    – Buah yang terdiri dari beberapa sisik berkayu atau keras atau sisik berdaging, masing-masing dengan 1 biji atau lebih dan tersusun pada sumbu membentuk kerucut (Cone).
  2. Buah Angiospermae- Buah tunggal – terbentuk oleh satu putik.
    – Majemuk – terbentuk oleh dua atau lebih putik yang terdapat pada dasar bunga yang sama.
Buah Tunggal

A. Buah kering tidak merekah

  1. Buah longkah (achene): buah kecil, berongga dan berbiji satu;
  2. Smara: buah keras bersayap, contoh: Dipterocarpaceae;
  3. Buah keras kecil (nut)

B. Bua Tunggal

  1. Polong (legume): hasil dari putik tunggal yang mereka sepanjang garis kampuh (suture);
  2. Buah bumbung (Follicle): hasil dari satu putik yang merekah sepanjang satu garis kampuh;
  3. Buah kota (Capsule): hasil dari putik majemuk merekah sepanjang dua atau lebih kampuh;

C. Buah berdaging

  1. Buah empelur (Pome): hasil putik majemuk, dinding luar bakal buah berdagin, dinding luar bakal buah berdaging, dinding dalam menjangat membungkus banya biji;
  2. Buah batu (Drupe): berbiji satu, biasanya hasil dari putik tunggal, dinding luar berdaging, dinding dalam keras;
  3. Buah buni (Berry): buah berbiji banyak, dinding luar dan dalam berdaging dengan biji-biji terbungkus dalam massa seperti bubur. Contoh: tomat.

Sumber

Judul: Dendrologi

Penyusun: ONRIZAL, Departemen Kehutanan USU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *