Dendrologi (Part 2)

Buah Majemuk
  1. Buah Aggregate: kumpulan buah tunggal yang berasal dari putik-putik terpisah pada bunga yang sama yang terdapat pada dasar bunga persekutuan, contoh: Srikaya, Sirsak
  2. Buah Multiple: kumpulan buah tunggal yang berasal dari putik-putik bunga-bunga yang terpisah-pisah, contoh: nangka, nanas
Kulit Batang/Pepagan Luar
1. Berdamar

Pada jenis-jenis pohon dari suku Dipterocarpaceae

  1. Hutan di Indonesia, khususnya di Sumatera dan Kalimantan, kaya akan jenis-jenis Diptercarpaceae: 9 marga & 260 jenis.
  2. Marganya: Anisoptera, Cotylelonium, Diptercarpaceae, Dryobalanops, Hopea, Parashorea, Shorea, Upuna & Vatica.

Pada suku Burseraceae (Canarium spp. & Santiria spp.)

Suku Araucariaceae (Agathis spp.)

2. Licin

Apabila pepagan luar tidak memperlihatkan retakan-retakan atau lekah – dianggap rata

Contoh:

a. Jenis-jenis pohon Vatica

b. Pohon Menggeris (Koompassia excelsa)

c. Pohon pulai (Alstonia augustiloba)

3. Berlekah

Apabila pepagan luar seakan-seakan membentuk alur – beralur & adapula membentuk huruf V atau bentuk sampan.

Contoh:

a. Marga Hopea & Shorea (Dipterocarpaceae)

b. Marga Calophyllum (Guttiferae)

Varias: berlekah dangkal – sangat dalam, sempit- lebar, teratur rapat – jarang dan tidak teratur.

4. Bersisik

Apabila pepagan luar lepas menggantung, menutupi pepagan yang belum lepas menganga ke bawah – dari samping seperti sisik

Contoh:

a. Pepagan bersisik dan licin pada jenis-jenis Dipterocarpus

b. Pepagan bersisik dan berlekah pada pohon meranti balau (Shorea Laevis)

5. Lepas Berkotak

Apabila pepagan luar lepas dengan bekas-bekas berbentuk hampir seperti lingkaran atau kotak. Kadang-kadang masih melekat sebagian – tampak seperti sisik.

Contoh:

a. Pada pohon Agathis borneensis (Araucariaceae)

6. Berpuru

Apabila ada pepagan luar terdapat lentisel (sel gabus) besar-besar.

Contoh: pada pohon Paratocarpus bracteatus

Apabila pada pepagan luar terdapat lentisel (sel gabus) kecil-kecil.

Contoh: pada pohon Dipterocarpus (keruing) dan Sindore.spp (Sindur)

7. Bergelang atau bergaris melintang

Umum dijumpai pada:

  • Pohon resak (Vatica spp.)
  • Pohon sindur (Sindora spp.)
8. Berduri

Umum dijumpai pada:

  • Pohon randu hutan (Bombax valetonii) dari suku Bombacaeae.
9. Mengelupas

Apabila pada pepagan luar mengelupas memanjang, yang kadang-kadang mulai dari dahan pertama hingga ke pangkal batang.

Contoh:

  • Pohon pelawan (Tristaniopsis spp.)
  • Pohon ekaliptus (Eucalyptus spp.)
  • dari suku Myrtaceae
10. Retak-retak

Apabila pada pepagan luar pecah-pecah atau retak-retak kecil

Contoh:

  • Pohon meranti rumbai (Shorea acumita)
  • Pohon bakau (Rhizophora spp.) dari suku Rhizophoraceae
11. Menyerpih seperti kertas
Morfologi Batang
Batang
1. Batang silindris

Batang tegak lurus, berbentuk silinder dan jika dipotong melintang – bundar.

Contoh pada pohon-pohon dari suku:

  • Anacardiaceae
  • Annonaceae
  • Burseraceae
  • Dipterocarpaceae
  • dll
2. Batang berlekuk/berbaling

Contoh:

  • Suku Oxalidaceae: Averrhoa carambola & Sarcotheca griffithii
  • Suku Verbemaceae: Vitex spp. (laban) & Peronema canescens (sungkai)
3. Batang berbuncak

Batang dengan bekas-bekas dahan yang menebal.

Contoh:

  • Pohon pulai (Alstonia scholaris; Apocynaceae)
  • Pohon ketapang (Terminalia catappa; Combretaceae)
4. Batang berongga

Contoh:

  • Pohon berumbung (Pertusadina spp.; Rubiaceae)
  • Belum pernah dijumpai batang berongga dari marga ataupun suku lainnya
Pangkal Batang
  1. Batang mulus
  2. Batang berbanir
Pangkal batang mulus

Batang tanpa banir atau bentuk perakaran lainnya

Contoh:

  • Pohon jelutung (Dyera costulatal; Apocynaceae)
  • Beberapa jenis pada marga Sindora (anak suku Caesalpinioideae, suku Leguminosae)
Pangkal batang berbanir
1. Banir kuncup

Contoh:

  • Pohon menggeris (Koompasia excelsa; anak suku Caesalpinioideae, suku Leguminosae)
  • Pohon meranti merah (Shorea leprosula; Dipterocarpaceae)
2. Banir kembang

Contoh:

  • Pohon keranji (Dialium indum; anak suku Caesalpinioideae, suku Leguminosae)
3. Banir papan

Banir yang pipih seperti papan

Contoh:

  • Pada jenis-jenis pohon Terminalia (Combretaceae)
4. Banir menjalar

Contoh:

  • Pohon merbau (Instia palembanica; anak suku Caesalpinioideae, suku Leguminosae)
  • Pohon bongin (Irvingia malayana; Simaroubaceae)
5. Banir berjangkang

Contoh – jenis-jenis pohon dari marga:

  • Hopea (Dipterocarpaceae)
  • Dillenia (Dilleniaceae)
Arsitektur Pohon
  • Bersifat mantap pada tingkat spesies/jenis & dibawah keadaan alami – penting dalam perisalahan diagnostik
  • Pada tingkat genera/marga: Arsitektur sering konstan, namun genera yang polymorphy tidak jarang
Perkembangan batang pokok
  1. Perkembangan simpodial: Perkembangan batang pokok (utama) yang terbagi dua atau lebih – batang simpodial
  2. Perkembangan monopodial: Perkembangan batang pokok yang tidak terbagi – batang monopodial
Letak cabang
  1. Percabangan ritmik: apabila beberapa cabang tumbuh pada ketinggian tertentu pada batang poko secara berulang dengan jarak antara kelompok cabang yang satu dengan kelompok cabang berikutnya jelas terlihat
  2. Percabangan menerus: apabila satu cabang tumbuh pada ketinggian tertentu pada batang pokok diikuti cabang-cabang lain, demikian seterusnya dan tidak jelas berulangnya.
Arah pertumbuhan cabang
  1. Cabang ortotropik: arah pertumbuhannya menuju ke atas dan bagian kuncup ujung cabang ataupun ranting tampak menghadap ke atas
  2. Cabang plagiotropik: arah pertumbuhannya menuju kesamping dan kuncup ujung menghadap ke samping atau terkulai ke bawah.
Pembagian Meristem Cabang atau Ranting
  1. Cabang simpodial:
    pertumbuhannya terbagi dua atau lebih pada setiap modul, atau cabang tumbuh terminal kemudian cabang berikutnya tumbuh pada bagian bawah ujungnya.
  2. Cabang monopodial:
    Pertumbuhan cabang terus berlanjut pada satu cabang, tanpa meristem yang terbagi.
Model Arsitektur Pohon
1. Model Koribia
  • Batang simpodial dengan beberapa bagian batang tumbuh secara palgio tropik kecuali satu diantaranya tumbuh ortotropik
  • Batang plagiotropik – cabang – dst
  • Batang ortotropik – batang kedua, dst
  • Cabang pertama letaknya bertentangan dengan cabang kedua, dst – zigzag
    Contoh:
    a. Alstonia macrophylla
    b. Cerbera manghas, &
    c. Homalanthus populneus
2. Model Scarrone
  • Batang monopodial, percabangan ritmik
  • Cabang simpodial dan ortropik
    Contoh:
    a. Pohon Mangga (Mangifera indica)
    b. Pohon semputr (Dillenia indica)
3. Model Rauh
  • Batang monopodial, percabangan ritmik
  • Cabang monopodial dan ortotropik
    Contoh:
    a. Pohon tusam (Pinus merkusii)
    b. Pohon benda (Artocarpus elasticus)
    c. Pohon nangka (Artocarpus heterophyllus)
    d. Gymnostoma sumatranum
    e. Pohon karet (Hevea brasilensis)
    f. Pohon turi (Sesbania grandflora)
    g Quercus spp.
4. Model Attims
  • Batang monopodial, percabangan tidak ritmik (disebut cabang menerus) pada batang
  • Cabang monopodial dan ortotropik
    Contoh:
    a. Pohon cemara (Casuarina equisetifolia)
    b. Pohon ekaliptus (Eucalyptus spp.)
    c. Pohon bakau (Rhizophora spp.)
    d. Pohon pidada (Sonneratia caseolaris)
5. Model Massart
  • Batang monopodial & ortotropik
  • Cabang monopodial dan plagiotropik
    Contoh:
    a. Pohon Agathis spp.
    b. Pohon Horsfieldia
    c. Pohon Knema
    d. Pohon Myristica
    e. Pohon Dipterocarpus spp. (keruing)
6. Model Aubreville
  • Batang monopodial dengan pertumbuhan tahap demi tahap bersamaan denagn pertumbuhan cabang-cabang yang ritmik
  • Cabang-cabangnya simpodial yang bersifat terminal. Perkembangan cabang plagiotropik
  • Terkenal dengan istilah percabangan Terminalia/model Pagoda

Contoh: Ketapang (Terminalia bellirica, T. catappa) & Terminalia lainnya.

7. Model Prevost
  • Batang simpodial dan ortotropik
  • Ada batang yang tumbuh proleptik di bagian bawah percabangan batang utama
  • Cabang simpodial dan plagiotropik
    Contoh:
    a. Pohon pulai hitam (Alstonia angustiloba)
    b. Pohon pulai (A. scholaris)
8. Model Roux
  • Batang monopodial dan ortotropik
  • Berbeda dengan model massart, pada model Roux cabang-cabang pohon tidak ritmik tetapi menerus pada batang.
    Contoh:
    a. Pohon kenanga (Cananga odorata)
    b. Pohon durian (Durio zibethinus)
    c. Dryobalanops
    d. Hopea
    e. Shorea
9. Model Troll
  • Batang tumbuh plagiotropik
  • Cabang-cabang monopodial dan plagiotropik
    Contoh:
    a. Pohon jeunjing/sengon (Paraserianthes falcataria)
    b. Pohon Albizia spp.
    c. Pohon angsana (Pterocarpus indicus)
    d. Pohon flamboyan (Delorix regia)
    e. Pohon belimbing (Averehoa carambola)
Daftar Pustaka

Harlow, W. M. and E. S. Harrar. 1985. Teks book of Dendrology. Mc Graw-HillBook Comp, Inc. New York.

Lawrence, G. H. 1991. Taxonomy of Vascular Plat. MacMillan Publishing Co, Inc. New York.

Samingan, T. 1985. Dendrologi. Gramedia. Jakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1985. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Sumber

Judul: Dendrologi

Penyusun: ONRIZAL, Departemen Kehutanan USU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *