Ekonomi Hutan dan Beberapa Isu Global

Beberapa Isu Global Kehutanan
  1. Jasa lingkungan hutan
  2. Perubahan iklim
  3. Kebakaran hutan
  4. Illegal logging & deforestasi
  5. Konservasi Biodiversity
1. Jasa Lingkungan Hutan
Hutan dan Ekosistem DAS
  1. Hutan merupakan komponen penting dari ekosistem DAS yang sangat berperan dalam fungsi hidrologis (tata air)
  2. Tata air yang baik sangat diperlukan tidak hanya dalam menjamin pasokan air bersih, tetapi juga faktor penting dalam mendukung keberlangsungan proses produksi di sepanjang DAS baik pertanian, industri, transportasi, dsb
  3. Dengan demikian sesungguhnya hutan lindung dan kawasan konservasi dalam ekosistem DAS juga memiliki nilai ekonomi yang penting dan harus nilai ekonomi tersebut harus dihargai dan direalisasikan.
Peran Penting Ekosistem DAS

DAS: Sumber daya alam yang vital

  1. Air terkait dengan hidup dan kehidupan masyarakat dan mahluk hidup lainnya. Sehingga mutlak keberadaannya,
  2. Air merupakan sumber daya alam yang peran, fungsi dan keberadaannya tidak dapat disubstitusi oleh komoditas/SDA lainnya.
Konsep Dasar Kompensasi Jasa Lingkunga
  • Payment for Enviromental Services (PES)
    – Pembayaran dari penerima jasa lingkungan kepada penghasil jasa lingkungan
  • Purchasing Landuse Right (PLR) or Purchasing Development Right (PDR)
    – Pemberian kompensasi kepada seseorang atau entitas yang sesungguhnya memiliki hak
  • Liability Rule (Polluter Pays Principle)
    – Penyebab polusi harus mengeluarkan biaya atas polusi yang ditimbulkannya.
2. Perubahan Iklim
Penyebab Pemanasan Global

Pemanasan global terjadi karena:

  • Semakin menipisnya lapisan Ozone (O3) di atmosfir akbiat meningkatnya gas-gas perusak ozone (kelompok gas CFC) – Monteral Protocol
  • Terajadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) karena semakin meningkatnya gas rumah kaca yang sebagian besar merupakan emisi Carbon (CO2, CH4, dsb) – Kyoto Protocol
Carbon Source dan Carbon Sink

Penghasil Carbon (Carbon Source) = melepaskan karbon ke atmosfir:

  • Aktivitas industri, transportasi, pembukaan lahan pertanian, kebakaran hutan, pembalakan hutan, respirasi.

Penyerap Carbon (Carbon Sink) = menyerap Carbon dari atmosfir:

  • Laut, Vegetasi tumbuhan , Hutan.
Hutan Sebagai Carbon Sink

Mengapa hutan berperan sebagai carbon sink:

  • Proses fotosintesis = menyerap CO2
  • Proses respirasi = menghasilkan CO2
  • Proses penguraian = menghasilkan CO2
  • Hutan berfungsi sebagai Nett Carbon Sink jika didominasi oleh vegetasi yang aktif melakukan fotosintesis

Bagaimana dengan hutan alam tropika?

Bagaimana dengan hutan Tanaman Industri?

Beberapa Mekanisme Kerjasama Internasional Mengurangi Lalu Pemanasan Global

Mekanisme Perdagangan Carbon

  • Negara industri penghasi carbon memberikan kompensasi kepada negara pemilik hutan atas jasa penyerapan carbon

Mekanisme Pengurangan/Penghapusan Utang dengan pelestarian alam

  • Utang dianggap dibayar apabila negara pengutang melakukan aktivitas konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.
3. Kebakaran Hutan
Penyebab Kebakaran Hutan

Sebab Alam:

  • kekeringan, petir, batu bara, letusan gunung berapi

Sebab Manusia:

  • peladangan berpindah
  • penyiapan lahan perkebunan/pertanian/HTI
Dimensi Sosial Ekonomi Kebakaran Hutan
  • Tekanan pertumbuhan penduduk (perladangan berpindah tidak lagi sustainable)
  • Pembakaran: cara penyiapan lahan yang mudah murah (maksimalisasi profit)
  • Menghasilkan lahan yang bebas tunggak dan “subur sesaat” karena adanya abu sisa pembakaran (dimensi teknis).
Kebakaran Hutan Sebagai Isu Lintas Negara

Penyebab kebakaran:

  • Pelaku pembakaran hutan dan lahan untuk penyiapan lahan perkebunan tidak hanya investor lokal (PMDN) tetapi juga perusahaan PMA

Akibat kebakaran:

  • Asap dan partikel yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak tidak hanya
    di dalam negeri tetapi juga sampai ke negaranegara tetangga.
Pencegahan dan Kerugian Ekonomi Akibat Kebakaran Hutan

Pencegahan antara lain:

  • Early warning system
  • Sistem pembakaran terkendali
  • Penyiapan lahan tanpa bakar
  • Pemberdayaan masyarakat
  • Koordinasi multipihak
4. Illegal logging
Beberapa Dimensi Sosial Ekonomi Illegal Loggin
  • Kapasitas terpasang industri kehutanan yang jauh melebihi pasokan bahan baku lestari (AAC).
  • Pemisahan kelembagaan otoritas sumber bahan baku dan industri.
  • Kemiskinan dan pemiskinan masyarakat sekitar hutan.
  • Alokasi kayu untuk keperluan domestik sangat kecil, sementara konsumsi kayu domestik sangat besar
  • Lemahnya penegakan hukum.
Kerugian Akibat Illegal Logging
  • Nilai kayu yang ditebang
  • Nilai pungutan bagi negara
  • Nilai jasa lingkungan yang hilang
Konservasi Biodiversity
Komitmen Indonesia untuk Konservasi Biodiversity
  • Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
  • Undang-undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan UNCBD (United Nation Convention on Biodiversity)
Posisi Strategis Indonesia dalam Konservasi Biodiversity
  • Ekosistem hutan Indonesia merupakan tempat “mega-biodiversity”
  • Mengapa?
    – Kepulauan
    – Pengaruh dari dua benua
    – Iklim tropis
  • Keanekagaraman hayati (biodiversity) menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar.
Deforestasi dan Degradasi Hutan
  • Deforestasi
    – Aspek biofisik (tutupan lahan)
    – Aspek legal formal (batasan hutan)
  • Reforestasi
    – Menghutankan kembali (reboisasi)
  • Aforestasi
    – Membuat non-hutan menjadi hutan
  • Degradasi Hutan

Sumber:

Judul: Ekonomi Hutan dan Beberapa Isu Global

Penyusun:

Dr. Ir Dodik Ridho Nurrochmat, M. Sc

Dr. Meti Ekayani, S. Hut, M. Sc

Asti Istiqomah, SP, M.Si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *