Pengertian Teknologi Hasil Hutan

Pendahuluan

Teknologi Hasil Hutan adalah ilmu yang mempelajari macam-macam cara pengolahan hasil hutan. Didalamnya termasuk untuk mengetahui dasar-dasar ilmunya serta penerapan di dalam teknologinya. Hasil hutan adalah produk-produk hayati (nabati dan hewani), non hayati dan hasil-hasil pengolahan langsung yang diperoleh dari upaya pengelolaan hutan.

Teknologi hasil hutan merupakan cabang ilmu yang luas, meliputi Teknologi kayu maupun Teknologi hasil hutan lainnnya yang bukan kayu (non kayu). Teknologi kayu lebih luas dan banyak keanekaragamannya, sehingga dibutuhkan dasar-dasar (basic) yang mendalam. Dengan demikian maka dikenalnya adanya Teknologi kayu sempit/terbatas yang memuat dasar-dasar teknologi kayu dan teknologi kayu yang  luas yang memuat tentang penerapan atau mengenai bagaimana memanfaatkan dasar-dasar teknologi kayu tersebut.

Pengolahan hasil hutan merupakan bagian dari teknologi (pengolahan) hasil hutan, yaitu aplikasi atau penerapan dari ilmu kayu dalam menghasilkan produk-produk olahan tertentu dari bahan baku kayu maupun non kayu.

Bahan baku kayu merupakan hasil hutan mayoritas perannya sampai saat ini masih cukup besar, walaupun secara nyata potensinya semakin berkurang. Dengan semakin ditingkatkannya upaya penanaman jenis-jenis kayu melalui Hutan Tanaman Industri (HTI), Perkebunan, Hutan Rakyat dan sebagainya, diharapkan peranan kayu beserta industri pengolahannya di masa datang tetap memadai.

Sebaliknya bahan baku non kayu yang relatif lebih sedikit (karena perhatian utama masih pada kayu), dari waktu ke waktu menunjukkan perhatian dan perkembangan yang semakin meningkat, sehingga memberi harapan yang baik di masa mendatang (Anonim, 1989).

Namun demikian harus disadari bahwa pemanfaatan hasil hutan melalui industri pengolahan harus mulai dicermati dan diupayakan dapat menggunakan bahan baku harus dapat diolah dan menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai, bahkan harus mengoptimalkan bahan dan meminimalkan limbah atau bersifat ramah lingkungan.

Dari bahan baku dapat diolah menjadi produk kayu gergajian (sawn timber), plywood, aneka produk papan tiruan (composite board), pulp dan kertas, aneka produk panel-panel lainnya, moulding mebel dan kerajinan kayu. Dari banyak upaya dalam pengolahan kayu ini, perlakuan pengeringan kayu dan atau dengan pengawetannya sering tidak dapat ditinggalkan, karena kondisi kayu beserta sifat-sifatnya mengharuskan perlakuan tersebut agar diperoleh produk hasil pengolahan yang secara kuantitas dan kualitas tetap memadai.

Untuk menguasai dan melakukan pengolahan hasil hutan secara optimal perlu dikuasai teknologi dasarnya yang disebut dengan teknologi kayu atau ilmu kayu dan teknologi hasil hutan non kayu.

Keterangan:

a. Informasi berasal dari berbagai publikasi pustaka dan pengalaman penyusunan

b. Indikator kualitas kayu selain adanya cacat juga berat jenisnya, yaitu: baik apabila lebih dari 0,53; sedang 0,32-0,53 dan kurang-kurang dari 0,33

c. Penggunaan:

  1. kayu gergajian
  2. plywood
  3. moulding dan panel lain
  4. mebel
  5. kerajinan
  6. lantai dan dinding
  7. kusen pintu dan jendela
  8. papan blok/papan laminasi
  9. papan komposit dan papan tiruan lainnya
  10. pulp dan kertas
  11. arang dan energi lain
  12. lain-lainnya

tabel

Keterangan:

a. informasi berasal dari pelbagai publikasi pustaka dan pengalaman penyusun.

b. indikator asal bahan baku bersifat keutamaan, sedang cara perolehan adalah aneka cara-cara pengolahan yang harus dilakukan

c. penggunaan:

  1. aneka minyak atsiri
  2. aneka minyak lemak
  3. produk getah resin
  4. produk getah karet
  5. gom/perekat alami
  6. penyamak, pewarna dan alkaloid
  7. aneka produk rotan dan monokotil lain
  8. aneka produk bambu
  9. lak
  10. sutera alam/benang
  11. madul lebah
  12. lain-lainnya.
Catatan:

1. Bagian ini banyak mengambi informasi dan wawasan yang termuat dalam buku Hunt.G.M dan G.A. Garratt. 1986. Wood Preservation (Diterjemahkan dengan pengawetan kayu). Buku-buku penulis 2001b. Pengantar teknologi hasil hutan. Bag.II. Penggergajian Kayu, 2001e. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag. V. Papan Tiruan Lain, 2001f. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag.IV. Kayu Lapis 2010. Teknik Jitu Memilih Kayu untuk Aneka Penggunaan , Maloney. T. M. 1977. Modern Particleboard and Dry Prosess Fiberboard Manufacturing.

2. Pelbagai sumber publikasi Anonim digunakan antara lain dari Yayasan Bambu lingkungan Lestari, Pusdok-Info DepHut., Perum Perhutani, Ditjen RLPS, Laporan Kerjasama Pengembangan Pengelolaan Hasil Hutan Fahutan UGM-DepHutBun. 2000b, dan informasi dalam Yoesoef M. 1976. Lak Seri kuliah Hasil Hutan non Kayu.

3. Sumber-sumber informasi antara lain Laporan Kerjasama Pengembangan Pengelolaan Hasil Hutan Fahutan UGM-DepHutBun. 2000b, Buku-buku penulis 1988. Kajian struktur dan Sifat Kayu Gmelina Sebagai Bahan Baku penulis 1988. Kajian Strukutur dan Sifat Kayu Gmelina Sebagai Bahan Baku Pulp. Thesis S2. Ilmu-ilmu Kehutanan. Fak. Pasca Sarjana UGM. Yogyakarta. (Tidak diterbitkan), 2001b. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag. II Penggergajian Kayu 2001c. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag. Pengeringan dan Pengawetan Kayu, 2001f. Pengantar Teknologi Hasil Hutan Bag.IV. Kayu Lapis, 2007b. Buku Ajar Pengolahan Hasil Hutan Kayu. 2008a. Buku Ajar. Teknologi Pengolahan Mebel dan Kerajinan.

4. Sumber-sumber informasi yang digunakan antara lain Proceeding Lokakarya Rotan 1987, Makalah Sarahesan Bambu 1994, Yayasan Sarana Wanajaya tentang Sutera Alam Indonesia 2000, Permenhut P.35/Menhut-II/2007 Guenther E.1987 tentang Minyak Atsiri, Solinger, H. 1987. Color Chemistry Syntheces Properties and Aplications of Organic Dye and Pigmen.

Sumber

Anonim, 1976. Vademecum Kehutanan Indonesia. Ditjen Kehutanan-Deptan, Jakarta

—-, 1987a, Proceding Lokakarya Rotan. Kerjasama IDRC Dengan BPPK, Dephut. Jakarta.

—-, 1994. Strategi Penelitian Bambu Indonesia. Makalah Sarasehan Penelitian Bambu Indonesia. Makalah Sarahesan Penelitian Bambu Indonesia. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Bogor.

—-, 1995a. HHNK. Abstrak Hutan dan Kehutanan. Pusdok-Info Manggala Wanabakti. Dept. Kehutanan Jakarta.

—-, 1996. Himpunan Pedoman Kerja Bidang Produksi Hutan. PHT 39, Seri Produksi 96. Perum Perhutani. Jakarta.

—-, 2000a. Sutera Alam Indonesia. Yayasan Sarana Wanajaya. Jakarta.

—-, 2000b, Pengembangan Pengolahan Hasil Hutan. Kerjasama Fakultas Kehutanan UGM dengan Dirjen PHP Departemen Kehutanan dan Perkebunan RI. Jakarta.

—-, 2007, Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.35/Menhut-II/2007. Tentang Hasil Hutan Bukan Kayu. Dirbinpersos. Ditjen RLPS-Dept Kehutanan RI. Jakarta.

Guenther. E. 1987a. Minyak Atsiri Jilid IV (Terjemahan). Penerbit UI Press. Jakarta.

Hunt.G.M dan G.A Garratt. 1986. Wood Preservation (Diterjemahkan dengan pengawetan kayu). Penerbit CV. Akademika Pressindo. Jakarta.

Kasmudjo. 1988. Kajian Struktur dan Sifat Kayu Gmelina Sebagai Bahan Baku Pulp. Thesis S2. Ilmu-Ilmu Kehutanan. Fak. Pasca Sarjana UGM Yogyakarta. (Tidak diterbitkan).

—-, 2001b. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag II. Penggergajian Kayu Bag. Penerbitan Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

—-. 2001c. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag. III. Pengeringan dan Pengawetan Kayu. Bag. Penerbitan Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

—-, 2001f. Pengantar Teknologi Hasil Hutan. Bag. IV. Kayu Lapis Bag. Penerbitan Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

—-, 2007a. Buku Ajar Karakteristik Hasil Hutan Non Kayu. Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

—-, 2007b. Buku Ajar Pengolahan Hasil Hutan Kayu. Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta

—-, 2008a. Buku Ajar. Teknologi Pengolahan Mebel dan Kerajinan. Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

—-, 2010. Teknik itu Memilih Kayu untuk Aneka Penggunaan. Penerbit Cakrawala Media. Yogyakarta.

Maloney. T.M. 1977. Modern Particleboard and Dry Prosess Fiberboard Manufacturing. Miller Freeman Pub. Inc. San Fransico. California.

Soenardi. 1976. Diktat Ilmu Kayu. Bagian Penerbitan Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Yoesoef, M. 1976a. Lak. Seri Kuliah Hasil Hutan Non Kayu. Yayasan Pembina Fak. Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Zolinger, H. 1987. Color Chemistry. Syntheces Properties and Applications of Organic Dye and Pigmen. Verlaggesell Schaft mb. HD 6940. Wienheim F.R. of Germany

Sumber:

Judul: Teknologi Hasil Hutan Suatu Pengantar (Identifikasi Kayu, Sifat-Sifat Kayu, Teknologi Pengolahan Hasil Hutan, Potensi dan Prospek)

Penulis: Kasmudjo

Penerbit: Cakrawala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *