Supervisi Perancah

Pendahuluan

– Supervisi Perancah -> tanggung jawab -> memahami apa yang akan dan harus dilaksanakan

– Instalation plan dan instalation condition harus benar-benar dipahami oleh Supervisor.

Supervisor harus memberikan penjelasan mengenai urutan dan metoda kerja yang harus dilaksanakan.

Inspeksi Oleh Supervisor

– Inspeksi untuk menjamin kuantitas material

– Perancah kayu -> kayu yang lapuk, dimakan insekta, atau lubang-lubang pada bekas ruas-ruas cabang dan material kayu yang sub standard, material ini perlu disingkirkan

Kayu yang banyak lekukan (tidak lurus) tidak boleh digunakan,

Batang kayu yang meruncing tidak boleh digunakan,

– Pipe scaffolding -> verifikasi mengenai apakah pipa-pipa tersebut tercampur aduk, mengenai ukuran panjangnya ,
diameternya maupun ketebalannya.

Survisor harus memerintahkan untuk ukuran yang tertentu saja.

Pipa-pipa dan kelengkapan lainnya seperti pin, penyambung pipa dll, tidak boleh digunakan lainnya selain untuk perancah.

Sebab hal ini akan mengurang kuantitas dan kualitas material.

– Memilah pipa-pipa yang mengalami deformasi seperti penyok, melengkung atau pecah retak tidak boleh digunakan.

Coupling fixtures tidak dapat digunakan pada pipa-pipa yang retak atau pecah atau penyok pada ujung-ujunnya

Binding fixtures (clamps) and coupling fixtures (joint fixtures) mudah rusak , oleh karena itu perlu verifikasi
adanya kerusakan yang mungkin terjadi

Pre Fabricated Scaffolding

– Supervisor perlu memahami bahwa ada berbagai kejadian dimana movable part dari pengunci (lock fixture)

Joints dan intersecting braces sukar digerakkan disebabkan adanya coating dari cat untuk mencegah korosi
yang mungkin terjadi,

Perlu diinformasikan kepada pekerja untuk diberikan pelumas atau lainnya sehingga mudah digerakkan dan
mudah digunakan

Suspended Shelf Scaffolding

– Pada pemeriksaan rantai pada perancah gantung, sebab rantai akan mengalami perubahan dari pemakaian yang
lama.

– Rantai tersebut harus disingkirkan meliputi:

Mangalami perpanjangan melebihi 5% dibandingkan dengan saat dibuatnya (baru),

Rantai tersebut akan mengalami penurunan penampang lebih dari 10% dari penampang pada saat selesai dibuat (baru)

Atau rantai persebut terjadi keretakan

Safety Pada Pekerjaan Pemasangan Perancah

Supervisor perlu memahami :

– Agar memberi secara menyeluruh kepada pekerja yang memasang perancah maka pada awal sebelum pekerjaan
dilakukan.

Orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pemasangan dilarang untuk memasuki areal pekerjaan

Pekerjaan harus dihentikan sementara cuaca tidak bersahabat seperti angin yang kuat, hujan deras dll.

– Pekerja harus menggunakan Helmet, safety belts, dsb.

– Gunakan lifting nets and lifting bags untuk menaikkan dan menurunkan material dan peralatan dari perancah

Kriteria Pekerjaan Pemasangan Perancah Harus Dihentikan

– Untuk angin kencang bila kecepatannya 10 m/s atau lebih besar selama periode 10 minute

– Hujan deras bila: 50 mm atau lebih dalam sekali hujan

Instruksi Sebelum Memulai Pekerjaan

Memberikan instruksi kepada para pekerja (scaffolder) sebelum memulai pekerjaan :

a. Memberikan instruksi mengenai pekerjaan, lingkupnya, prosedur dsb.

b. Memberi instruksi mengenai areal pekerjaan (perancah yg akan dibangun) tempat penimbunan (persediaan) material serta rute pengangkutannya

c. Memberi instruksi mengenai apa yang harus diperhatikan, urutan kerja dan keselamatan kerja

d. Verifikasi mengenai alat-alat keselamatan seperti helmet, safety belt, jaring dsb

Verifikasi Untuk Mencegah Terjadinya Kesalahan

a. Verifikasi apakah ada pembatas, untuk mencagah ada yang memasuki daerah berbahaya.

b. Menunjuk penjaga untuk mencegah masuknya orang yang tidak terlibat dengan pekerjaan pembangunan perancah

Lain-Lain

a. Segera hentikan pekerjaan bila bahaya diperkirakan akan datang seperti angin kencang dan hujan deras.

b. Hindari bekerja pada malam hari. Bila hal ni tidak dapat dicegah maka gunakan pencahayaan yang memadai
(adequate lighting).

c. Bila kecelakaan terjadi lakukan tidakan darurat dan beritahu pihak-pihak yang bertanggung yang terkait.

Setelah Pekerjaan Selesai

a. Lakukan verifikasi mengenai progress of the work, dan persiapan kerja untuk hari berikutnya.

b. Yakinlah bahwa material dan peralatan dsb sudah dibersihkan dan telah di-tata dengan baik.

c. Laporkan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab bahwa pekerjaan telah selesai.

d. Bila melakukan peng-afkiran ( replaced), laporkan yangcperlu diganti.

Inspections

– Suatu inspeksi harus dilakukan segera bahwa pemasangan perancah tidak ada kesalahan,

Inspeksi harus dilakukan sebelum pekerjaan ada pengaruh cuaca atau gempa pada skala 4 atau lebih, atau bilamana ada abnormalitas harus segera diperbaiki.

Competency

– Untuk supervisor maupun erector

– Berikan effective training untuk scaffolders, baik Supervisors maupun Erectors. Ini adalah faktor yang paling esensial dalam mencegah kecelakaan pada scaffolder dan pengguna scaffolding.

– Seluruh scaffolders harus mendapat pelajaran / pelatihan secara lengkap dan mendapat pengalaman
secara khusus dan kemampuan untuk menilai bahaya suatu konstruksi perancah.

– Hanya competent scaffolders yang diijinkan melakukan perubahan atau modifikasi pada perancah secara menyeluruh.

– Checklist untuk kebutuhan pemasangan perancah, pemeliharaan dan perbaikan perancah harus selalu terapkan dan ditinjau dan diperbarui.

– Kesesuain dengan apa yang diperlukan pada checklist akan membantu memastikan bahwa perancah dipasang /didirikan dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan.

Penataan dan pengaturan pada penyimpanan yang baik untuk material scaffolds harus selalu terjaga.

– Penyimpanan untuk material berat dilakukan tersendiri sesuai dengan bentuknya untuk memudahkan pengambilan / penyimpanannya.

Employee “Duty of Care”

– Karyawan bertanggung jawab pada keselamatan dan kesehatan dirinya sendiri dalam melakukan pekerjaannya

– Karyawan harus menghindari hal – hal yang membahayakan keselamatan dan kesehatan orang lain dengan tindakan atau kesalahannya pada melakukan pekerjaan

– Karyawan harus mematuhi semua instruksi yang diberikan oleh supervisor mengenai keselamatan dan kesehatan dalam melaksanakan pekerjaan

– Karyawan harus patuh pada supervisor bila supervisor malaksanakan tugas K3

– Harus melaporkan kepada supervisor setiap hal yang berkaitan dengan adanya injuries dan bahaya di tempat kerja yang tidak dapat diatasi sendiri

– Karyawan harus menggunakan APD dan tidak merusakkan atau menyalahgunakan peralatan tersebut

Scaffold Hazard Identification

– Pondasi yang menyangga perancah harus diperhatikan.

– Tiang-tiang penyangga (footing) serta pengaitan dengan strukur (anchorage) harus kuat dan mampu menyangga beban yang diperlukan, tanpa terjadi pergeseran dan deformasi struktur.

– Struktur yang belum/tidak stabil dilarang untuk digunakan sebagai tumpuan papan perancah seperti papan cetak beton (bekisting)

– Perhatikan titik pengait perancah (Tie points) dan cara penguatan struktur perancah.

– Bila ketinggian perancah melebihi 15m atau perancah gantung maka dipelukan Loading bay (areal) yang harus disetujui oleh penanggung jawab (supervisor).

– Bila lokasi perancah terletak pada areal lalu lintas ramai maka amankan dengan pembatas yang memadai.

– Akses ke lokasi perancah berikan barikade yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *