Manajemen Laboratorium IPA

Pengantar

Laboratorium IPA dan jenis peralatannya merupakan sarana dan prasarana penting untuk penunjang proses pembelajaran di sekolah. Dikemukakan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 42 ayat (2) serta Pasal 43 ayat (1) dan ayat (2) bahwa:

Pasal 42 (2):

Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Pasal 43:

(1) Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), laboratorium bahasa, laboratorium komputer dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia.

(2) Standar jumlah peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik.

Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang oleh manajemen yang baik.

Dalam pendidikan sekolah laboratorium mempunyai fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metode praktikum yang dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung. Kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran yang sangat besar terutama dalam.

  • Membangun pemahaman konsep;
  • Verifikasi kebenaran konsep;
  • Menumbuhkan keterampilan proses serta afektif siswa;
  • Menumbuhkan “rasa suka” dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari;
  • Melatih kemampuan psikomotor.

Oleh karena itu kegiatan laboratorium/praktikum akan dapat meningkatkan kecakapan akademik, sosial dan vokasional.

Fungsi Laboratorium IPA secara umum adalah untuk:

  • Menggambarkan konsep-konsep IPA yang abstrak
  • Mengembangkan konsep dan prinsip IPA
  • Mengembangkan keterampilan proses sains
  • Sarana pendidikan untuk pelatihan
  • Membangun dan mengembangkan rasa ingin tahu tentang alam lingkungan.

Peranan laboratorium IPA dalam pembelajaran adalah menumbuhkan dan mengembangkan:

  • Keterampilan dalam pengamatan, pengukuran dan pengumpulan data
  • Kemampuan menyusun data dan menganalisis serta menafsirkan hasil pengamatan
  • Kemampuan menarik kesimpulan secara logis berdasarkan hasil eksperimen, mengembangkan model dan menyusun teori
  • Kemampuan mengkomunikasikan secara jelas dan lengkap hasil-hasil percobaan
  • Keterampilan merancang percobaan, urutan kerja, dan pelaksanaannya
  • Keterampilan dalam memilih dan mempersiapkan peralatan dan bahan untuk percobaan
  • Keterampilan dalam menggunakan peralatan dan bahan
  • Kedisiplinan dalam menggunakan peralatan dan bahan.
Organisasi Laboratorium IPA

Organisasi laboratorium IPA adalah suatu sistem kerja sama dari kelompok barang, atau unit tertentu tentang laboratorium IPA, untuk mencapai tujuan. Mengorganisasikan laboratorium IPA berarti menyusun sekelompok orang atau petugas dan sumberdaya lain untuk melaksanakan suatu rencana atau perogram guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara yang paling berdaya guna terhadap laboratorium IPA.

Orang-orang atau petugas yang terlibat langsung dalam organisasi laboratorium IPA adalah sebagai berikut:

Kepala Sekolah

Tugas kepala sekolah:

  • Memberi tugas pada penanggung jawab teknis laboratorium IPA, penanggung jawab mata pelajaran dan laboran
  • Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan dan evaluasi kepada petugas laboratorium IPA
  • Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA
  • Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium
Kepala Laboratorium

Tugas kepala laboratorium:

  • Bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium
  • Bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan laboratorium IPA
  • Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat bahan laboratorium
  • Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan dan perbaikan alat. Mengkoordinasikan guru mata pelajaran
  • Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
  • Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
  • Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium
Laboran

Tugas laboran adalah:

  • Mengerjakan administrasi laboratorium IPA
  • Mempersiapkan dan menyiapkan alat/bahan yang digunakan dalam praktek belajar mengajar
  • Bertanggung jawab atas kebersihan alat dan ruang laboratorium.

Sumber:

Judu;: Manajemen Laboratorium Sekolah

Penulis: Drs. Daryanto

Penerbit: PENERBIT GAVA MEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *