Pengertian dan Hakikat Laboratorium

Pengertian Laboratorium

Pengertian dan Hakikat LaboratoriumKata Laboratorium berasal dari bahasa Latin yang berarti “tempat bekerja”. Dalam perkembangannya, kata laboratorium mempertahankan arti aslinya, yaitu “tempat bekerja” khusus untuk keperluan penelitian ilmiah. Laboratorium adalah suatu ruangan atau kamar tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian yang ditunjang oleh adanya seperangkat alat-alat serta adanya infrastruktur laboratorium yang lengkap (ada fasilitas air, listrik, gas dan sebagainya).

Ketika sains dan teknologi berkembang pesat dan menjadi salah satu mata pelajaran penting dalam kurikulum di banyak sekolah di Eropa, termasuk negeri Belanda, banyak pendidik/pengajar sains merasa perlu mengadakan ruang tempat siswa melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sains.

Para pendidik itu berpandangan bahwa sains adalah suatu ilmu empiris, yaitu ilmu yang didasari atas pengamatan dan eksperimentasi (percobaan). Jadi, pengamatan dan eksperimentasi adalah bagian integral pendidikan sains. Laboratorium yang digunakan untuk kegiatan ini disebut laboratorium sains sekolah.

Apakah selama ini dalam pemahaman Anda pengertian laboratorium selalu difokuskan pada ruangan yang dengan alat-alat praktikum yang digunakan oleh para siswa untuk melakukan percobaan. Sebenarnya, pengertian laboratorium tidak terbatas pada ruangan yang dilengkapi dengan alat-alat praktikum seperti yang umum terdapat di sekolah-sekolah, tetapi lingkungan juga dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium.

Pengertian dan Hakikat LaboratoriumAktivitas yang dilakukan di laboratorium tidak selalu menggunakan alat-alat laboratorium yang umumnya tersedia, akan tetapi dapat melalui suatu pemanfaatan alat-alat sederhana. Sutara dan Sahromi (1999), mengemukakan bahwa pengertian laboratorium dalam pengajaran dimaksudkan sebagai kumpulan dari para siswa yang melakukan pengamatan percobaan atau penelitian atas pengelolaan guru.

Laboratorium dapat menggunakan ruangan tertutup (laboratorium, rumah kaca, kelas sendiri) atau menggunakan ruangan terbuka (kebun sekolah atau lingkungan lain yang dapat digunakan sebagai sumber kegiatan belajar).

Hakikat Laboratorium

Pengertian dan Hakikat LaboratoriumSemangat ingin tahu dari sains diasimilasikan oleh siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan laboratorium yang bermakna. Laboratorium merupakan lingkungan yang vital di mana sains dipraktekkan. Laboratorium dapat berupa ruang dengan perlengkapan khusus, ruangan kelas yang “self contained”, lapangan, atau tempat yang luas, seperti komunitas di mana eksperimen sains dilakukan.

Pengalaman laboratorium terintegrasi dengan sifat dari sains yang harus dilibatkan dalam setiap program sains untuk setiap siswa. Kegiatan sains dapat meliputi pengalaman individu, kelompok kecil, dan kelompok besar.

Kemampuan memecahkan masalah dimaksudkan dalam konteks penelitian laboratorium. Kegiatan laboratorium mengembangkan ragam yang luas dari keterampilan investigasi, mengorganisasi, mencipta, dan berkomunikasi. Laboratorium menyediakan lahan yang optimal untuk memotivasi siswa ketika mereka mengalami apakah sains itu.
Kegiatan laboratorium dapat meningkatkan prestasi siswa dalam aspekaspek berikut ini.

1. Keterampilan proses, yaitu mengamati, mengukur, memanipulasi objek fisik.
2. Keterampilan menganalisis, seperti bernalar, berpikir deduktif, dan berpikir kritis.
3. Keterampilan berkomunikasi, yaitu mengorganisasikan informasi dan menulis laporan.
4. Konseptualisasi dari fenomena ilmiah.

Pengalaman laboratorium merupakan hal yang penting dalam prosespeningkatan pemahaman pengetahuan dan sikap ilmiah siswa. The National Science Teachers Association (NSTA) memberikan rekomendasi tentang
laboratorium sains, antara lain untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, sebagai berikut:

Tingkat Sekolah Menengah Pertama

1. Pengertian dan Hakikat LaboratoriumSemua mata pelajaran sains pada tingkat Sekolah Menengah Pertama harus memberikan pengalaman laboratorium pada semua siswa, sehingga siswa mendapatkan manfaat dari pengalaman laboratorium
tersebut.

2. Minimum dari 80% waktu pengajaran sains harus memberikan pengalaman yang berkaitan dengan laboratorium.

3. Walaupun simulasi komputer dan demonstrasi guru merupakan hal yang bernilai, namun sebaiknya tidak menjadi pengganti aktivitas laboratorium

4. Investigasi hendaknya relevan dengan isu sosial dalam sains dan teknologi yang sedang “hangat”.

5. Pada sekolah yang melaksanakan team teaching, topik-topik sains hendaknya terintegrasi dengan mata pelajaran lain.

6. Evaluasi dan penilaian prestasi siswa dalam sains harus menggambarkan keseluruhan pengalaman siswa, khususnya kegiatan laboratorium.

7. Kegiatan laboratorium dalam sains harus di tekankan pada review profesional yang terus menerus/berkelanjutan.

8. Dana yang memadai untuk fasilitas, peralatan dan persediaan harus disediakan untuk mendukung aktivitas laboratorium.

9. Pelatihan keamanan laboratorium hendaknya diberikan pada guru.Peralatan keamanan yang diperlukan, seperti kacamata pengaman, pemadam api, dan pencuci mata harus tersedia dan terpelihara.

10. Berdasarkan sifat dari kegiatan sains pada tingkat sekolah menengah pertama, guru sebaiknya tidak berbagi laboratorium dengan guru lain. Kombinasi ruang laboratorium sains sebaiknya digunakan hanya oleh satu orang guru. Ruangan ini sebaiknya memiliki minimal satu komputer yang tetap.

11. Asisten laboratorium yang kompeten sebaiknya ada untuk membantu persiapan laboratorium. Hal ini merupakan pengalaman yang berharga bagi siswa dan membantu meringankan tugas guru dalam mempersiapkan dan merapikan kegiatan laboratorium.

12. Jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan laboratorium untuk masingmasing kelas sebaiknya tidak melebihi 24 orang. Siswa dan guru harus memiliki akses yang dekat untuk menjadikan lingkungan belajar yang aman dan efektif.

Tingkat Sekolah Menengah Atas

1. Pengertian dan Hakikat LaboratoriumSemua mata pelajaran sains di Sekolah Menengah Atas harus memberikan pengalaman laboratorium bagi semua siswa. Pengalaman harus diberikan bagi siswa yang tidak mungkin berpartisipasi dalam aktivitas laboratorium yang khusus.

2. Minimum dari 40 persen waktu pengajaran sains sebaiknya diberikan kegiatan yang berkaitan dengan laboratorium. Walaupun simulasi komputer dan demonstrasi guru merupakan hal yang bernilai, namun sebaiknya tidak menjadi pengganti aktivitas laboratorium

3. Investigasi sebaiknya relevan dengan isu sosial dalam sains dan teknologi yang sedang hangat.

4. Evaluasi dan penilaian siswa dari sains harus menggambarkan pengalaman laboratorium. Semua pengalaman siswa dalam sains harus diukur dengan program ujian.

5. Kegiatan laboratorium dalam sains perlu ditekankan pada reviu
profesional yang terus menerus.

6. Dana yang memadai untuk fasilitas, peralatan, persediaan, dan manajemen pembuangan yang tepat harus disediakan untuk mendukung pengalaman laboratorium. Peralatan dan fasilitas harus dipelihara dan diperbaharui secara reguler. Persediaan pengajaran yang khusus harus disediakan dalam jumlah yang mencukupi di mana siswa memiliki pengalaman langsung. Untuk beberapa aktivitas, dana untuk pengalaman lapangan harus dimasukkan dalam anggaran.

7. Sains harus diajarkan dalam suatu ruang yang ditujukan khusus untuk kelas sains dengan ketetapan untuk aktivitas laboratorium. Persiapan peralatan yang aman dan baik bagi siswa dan guru harus disediakan. Ruang penyimpanan yang memadai untuk peralatan dan persediaan, meliputi area ruang penyimpanan yang terpisah untuk materi yang memiliki potensial membahayakan.  Pertimbangan khusus sebaiknya diberikan untuk meyakinkan keamanan laboratorium bagi guru dan siswa. Akomodasi juga harus dibuat untuk komputer dan peralatan elektronik lain untuk memudahkan akses bagi siswa menggunakan peralatan tersebut sebagai alat laboratorium.

8. Petugas yang kompeten sebaiknya ada untuk membantu persiapan dalam kegiatan laboratorium, mulai dari menyiapkan dan merapikan kembali, memelihara hubungan komunikasi, pencarian sumber, dan pelayanan
dukungan yang lain.

9. Tidak lebih dari dua persiapan yang berbeda hendaknya dilakukan guru untuk masa akademik lain. Pengembangan, implementasi, dan evaluasi dari aktivitas laboratorium yang efektif, guru memerlukan waktu yang
luas.

10. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan laboratorium sebaiknya tidak melebihi 24 orang. Siswa harus memiliki akses yang cepat dengan guru agar tersedia lingkungan belajar yang aman dan efektif.

Sumber:

Judul: Manajemen Laboratorium

Penulis: Dra. Mestika Sekarwinahyu, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *