Teknik Pertambangan

Mengenal Teknik Pertambangan

Teknik Pertambangan adalah suatu disiplin ilmu keteknikan/rekayasa yang mempelajari tentang bahan galian/sumberdaya mineral, minyak, gas bumi, dan batubara mulai dari penyelidikan umum (propeksi), eksplorasi, penambangan (eksploitasi), pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai ke pemasaran sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Kerekayasaan dalam Teknik Pertambangan mencakup perancangan, eksplorasi (menemukan dan menganalisis kelayakan tambang), metode eksploitasi, Teknik Pertambangan (menentukan teknik penggalian, perencanaan dan pengontrolannya) dan pengolahan bahan tambang yang berwawasan lingkungan. Dalam Teknik Pertambangan, pendidikan ditekankan pada kemampuan analisis maupun praktis (terapan) untuk tujuan penelitian maupun aplikasi praktis.

Dalam proses penambangan, ada tiga hal utama yang dilakukan yaitu:

1. Eksplorasi, merupakan proses pencarian mineral berharga
2. Eksploitasi adalah proses penambangan mineral tersebut
3. Pemrosesan adalah kegiatan memisahkan mineral berharga dari partikel-partikel lain yang menyatu dengan mineral tersebut.

Bidang Keahlian

Prodi Sarjana Teknik Pertambangan dibagi menjadi dua opsi yaitu Tambang Eksplorasi dan Tambang Umum, memperhatikan cukup lebarnya cakupan industri pertambangan. Kedua opsi tersebut masing-masing didukung oleh Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi dan Kelompok Keahlian Teknik Pertambangan.

1. Tambang Eksplorasi

Pendidikan yang diberikan bersifat komprehensif dalam segala aspek dari kegiatan eksplorasi penambangan. Opsi Tambang Eksplorasi ditujukan untuk mendidik mahasiswa untuk bisa menjadi teknisi eksplorasi tambang dengan
keterampilan dan pengetahuan pada eksplorasi sumberdaya bumi.

Selain itu juga diharapkan lulusannya nanti mampu mengaplikasikan dan mengembangkan teknologi eksplorasi sumberdaya bumi secara efisien dan efektif, baik dilihat dari aspek waktu, biaya, dan resiko. Dengan kriteria tersebut diharapkan lulusan dapat menghadapi tantangan pada penemuan sumberdaya bumi dan mampu melakukan estimasi secara presisi sumberdaya dan cadangan mineral/batubara.

2. Tambang Umum

Opsi Tambang Umum ditujukan untuk mendidik mahasiswa untuk bisa menjadi teknisi pertambangan dengan keterampilan dan pengetahuan pada ekskavasi mineral dan batubara baik di permukaan maupun bawah tanah. Selain itu lulusannya juga diharapkan mampu mengimplementasikan dan mengembangkan teknologi penambangan secara efisien dan efektif dilihat dari waktu, biaya, dan resiko.

Dengan kriteria ini, lulusannya nanti diharapkan bisa menghadapi tantangan pada ekskavasi mineral dan batubara sesuai dengan konsep good mining practice.

Sejarah Teknik Pertambangan
1. Periode Pembentukan: 1949-1959

Institut Teknologi Bandung (Bandung Technische Hoogeschool) didirikan pertama kali pada 1920 di zaman kolonial Belanda. ITB merupakan institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang fokus pada disiplin ilmu teknik dan sains. Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, pada 1948 ITB menjadi Fakultas Ilmu Teknik (Faculteit
van Technische Wetenschappen) dan Fakultas Ilmu Alam (Faculteit van Wis en Natuurkunde)yang merupakan bagian dari Universitas Indonesia.

Pada February 1948 Divisi Pertambangan yang fokus pada Program Studi Teknik Geologi Eksplorasi (Geologisch Exploratie Ingenieur)dan Program Studi Geologi (Geoloog) didirikan di bawah Fakultas Ilmu Teknik. Pendidikan program studi tersebut dimulai tahun 1949 untuk tahun pertama dan kedua, kemudian pendidikan dilanjutkan di TH Delft (Belanda).

Pada angkatan pertama terdapat 6 mahasiswa, namun satu di antaranya kemudian pindah ke divisi lain. Pada tahun 1950, Divisi Geologi didirikan dan berada di bawah Fakultas Ilmu Alam. Walaupun pada awalnya hanya mempunyai fasilitas laboratorium yang terbatas, pendidikan di Divisi Pertambangan berjalan dengan baik dengan dosen-dosen dari Belanda.

Pada tahun 1950, terdapat mahasiswa lebih banyak yang terdaftar di divisi ini. Kurikulum dibagi menjadi Eksplorasi Tambang, Teknik Pertambangan, Pengolahan Mineral, dan Teknik Perminyakan setelah tingkat 3. Situasi politik pada pertengahan dekade 1950 memaksa dosen-dosen Belanda untuk kembali ke negara asalnya, yang kemudian digantikan oleh para profesor dan dosen dari Amerika Serikat di bawah perjanjian kolaborasi dengan Universitas Kentucky.

Beberapa lulusan kemudian direkrut menjadi dosen dan melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat selama 1-2 tahun untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Kolaborasi tersebut berakhir pada tahun 1965, dan sejak itu semua dosen berkebangsaan Indonesia.

2. Periode Pengembangan: 1959-sekarang

Setelah selama 10 tahun berada di bawah Universitas Indonesia, ITB didirikan sebagai institusi pendidikan independen pada tahun 1959 yang kemudian diikuti reorganisasi di semua departemen. Seksi Pertambangan dan Geologi di bawah Departemen Teknologi Mineral (DTM). Pada tahun 1962, rektor ITB mendirikan Seksi Teknik Perminyakan di bawah DTM.

Seksi Pertambangan terdiri dari Eksplorasi Tambang, Teknik Pertambangan, dan Teknik Metalurgi, yang merepresentasikan alur pada industri pertambangan dari proses pencarian, penambangan, dan pengolahan mineral. Skema ini didesain pada kurikulum sebagai 3 opsi. Mahasiswa dapat memilih opsi pada tingkat 3. Pada tahun 1973, sistem akademik baru diterapkan di ITB.

Sistem lama yang dikembangkan oleh Belanda berbasis tingkatan (level) diganti ke sistem satuan kredit (SKS,credit hour). Setelah diimplementasikan beberapa tahun di ITB, sistem ini kemudian dijadikan sebagai standar nasional.

Terdapat beberapa perubahan organisasi internal di ITB yang secara umum tidak memberikan dampak penting bagi program studi, dan hanya berdampak pada aspek administrasi. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut:

1963-1973 : Saat Pertambangan di bawah DTM
1973-1984 : Departemen Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknologi Industri
1984-2000 : Jurusan Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknologi Mineral
2000-2007 : Departemen Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral
2007-now : Program Studi Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknik Pertambangan

Perminyakan Pada tahun 2005, Opsi Metalurgi pada Program Studi Teknik Pertambangan dikembangkan menjadi program studi tersendiri. Sejak itu, Program Studi Teknik Pertambangan terdiri dari dua opsi yaitu Tambang Eksplorasi dan Teknik Pertambangan.

Pada awalnya ITB menjadi pelopor berdirinya teknik pertambangan di Indonesia, seiring berjalannya waktu saat ini sudah ada sekitar 26 Universitas yang memiliki jurusan Teknik Pertambangan.

Sumber:

Judul: Teknik Pertambangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *