JLPPI – Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia

Panduan Pembentukan Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI)
1. Ruang Lingkup

1.1 Memantau proses pembentukan dan jalannya fungsi Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI);

1.2 Menyediakan dukungan untuk memperkuat kompetensi pada Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI);

1.3 Mendukung conformity assessment dan akreditasi laboratorium berdasarkan Standar Internasional.

2. Tanggung Jawab

1.1 Memantau pendirian LRPPI

2.1.1.Mereview dan mengevaluasi aplikasi untuk pembentukan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI);

2.1.2.Menunjuk Panel Pakar untuk mengevaluasi proposal pembentukan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI);

2.1.3.Membuat rekomendasi kepada forum Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) untuk mengajukan pembentukan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI);

2.1.4.Memonitor aktivitas Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI);

2.1.5.Mereview pendirian Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI).

2.1 Menyediakan dukungan untuk memperkuat kompetensi Laboratorium Pengujian Pangan, dalam bentuk saran untuk :

2.2.1.Penentuan metode pengujian pangan atau sejenisnya untuk pangan dan olahannya berdasarkan standar internasional;

2.2.2.Review dan pembaharuan (update) metode pengujian pangan yang ada untuk
menjamin kesesuaian dengan tujuannya;

2.2.3.Ketersediaan bahan acuan untuk pengujian (jika mungkin), dengan mengembangkan kerjasama dengan working group lainnya di ASEAN;

2.2.4.Fasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman melalui forum untuk berbagi
pengalaman dan pemecahan masalah.

3.1 Menyediakan dukungan pada organisasi di tingkat nasional terkait dengan keamanan pangan melalui saran dalam hal :

2.3.1.Petunjuk teknis kebijakan laboratorium dan kegiatan untuk mendukung Manajemen Krisis Pangan termasuk Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF);

2.3.2.Kegiatan post market terkait pangan dan pengujiannya.

4.1. Mendukung pengembangan pengakuan internasional terhadap anggota JLPPI melalui koordinasi training untuk capacity building.

3. Struktur

3.1. KLPPI terdiri atas :

3.1.1.Ketua dan Wakil Ketua, yang berasal dari perwakilan LPPI;

3.1.2.Perwakilan dari laboratorium-laboratorium yang berada di bawah Kementerian atau Lembaga terkait sebagai penentu kebijakan nasional; atau laboratorium yang ditunjuk oleh otoritas, termasuk bagian dari anggota Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI). Pertimbangan diberikan kepada perwakilan yang langsung berkaitan dengan kegiatan pengujian pangan;

3.1.3.Perwakilan dari Sekretariat Nasional yang menyediakan dukungan pada Sekretariat Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI);

3.1.4.Pengawas, berasal dari badan pemerintah yang menangani peraturan keamanan
pangan;

3.1.5.Nara sumber dan tenaga ahli yang disahkan oleh pimpinan perwakilan dari KLPPI untuk memberikan masukan teknis.

3.2. KLPPI dapat mengundang tenaga ahli dari luar untuk memberi masukan dan memfasilitasi diskusi teknis;

3.3. KLPPI dapat membentuk Technical Working Group untuk melaksanakan tugas yang spesifik.

4. Ketua dan Wakil Ketua

4.1. Ketua dan Wakil Ketua pertama kali ditunjuk melalui musyawarah semua anggota. Wakil Ketua akan menggantikan Ketua pada akhir tahun kedua disertai dengan penunjukan Wakil Ketua yang baru;

4.2. Ketua dan Wakil Ketua tidak dari satu kementerian atau lembaga terkait yang sama;

4.3. Ketua harus hadir pada setiap pertemuan dan menjamin bahwa semua keputusan yang diambil berdasarkan konsensus;

4.4. Jika Ketua tidak dapat hadir, maka Wakil Ketua bertanggungjawab untuk menggantikan tugas dari Ketua;

4.5. Masa jabatan untuk Ketua dan Wakil Ketua adalah 2 (dua) tahun.

5. Pertemuan dan Laporan

5.1 Pertemuan rutin diadakan minimal 1 kali setahun;

5.2 Pertemuan diadakan bersamaan dengan Pertemuan Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI);

5.3 Pertemuan dapat diadakan atas permintaan anggota dari KLPPI dan disetujui oleh semua anggota KLPPI;

5.4 Sebelum melaksanakan pertemuan, ketua berkonsultasi dengan anggota dari KLPPI terkait agenda yang akan dibahas selama pertemuan;

5.5 Ketua harus melaporkan pada pertemuan Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) terkait keputusan yang dibuat selama pertemuan KLPPI untuk disahkan oleh anggota JLPPI.

Panduan Penunjukkan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI)
1. Acuan

1.1. Panduan Pembentukan Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (PP-KLPPI).

2. Ruang Lingkup

2.1. Sebagai penghubung antar institusi/organisasi nasional dalam membantu permasalahan permasalahan teknis yang berkaitan dengan pengujian pangan dan pengujian yang terkait pangan di Indonesia;

2.2. Memberikan bantuan teknis dan transfer ilmu pengetahuan kepada laboratorium pangan dan laboratorium yang terkait pangan di Indonesia;

2.3. Membentuk jejaring dengan laboratorium-laboratorium rujukan regional dan internasional lain untuk pertukaran informasi teknis dan meningkatkan kerjasama (berhubungan dengan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan ASEAN/AFRLs sesuai dengan bidang kompetensinya).

3. Tanggung Jawab

3.1. Sebagai penghubung antar institusi/organisasi nasional dalam membantu permasalahanpermasalahan teknis yang berkaitan dengan pengujian pangan dan pengujian yang terkait pangan di Indonesia sesuai dengan lingkupnya.

3.1.1. Merekomendasikan metode analisis baru untuk digunakan oleh Laboratorium Pengujian Pangan (Food Testing Laboratories) di Indonesia;

3.1.2. Menyelenggarakan/mengkoordinir penyelenggaraan uji profisiensi (UP) atau uji banding antar laboratorium di tingkat nasional serta memberikan informasi berkaitan dengan uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi lain yang relevan;

3.1.3. Apabila diperlukan, menyelenggarakan pelatihan untuk bidang keahlian yang spesifik;

3.1.4. Berdasarkan permintaan, memberikan informasi tentang ketersediaan laboratorium pengujian pangan dan laboratorium pengujian yang terkait pangan di Indonesia sesuai dengan lingkupnya masing-masing;

3.1.5. Menjadi sumber informasi untuk Bahan Acuan Bersertifikat (Certified Reference Materials/CRMs) atau Bahan Pembanding (Reference Materials/RMs);

3.1.6. Berdasarkan permintaan, memberikan pelayanan sebagai laboratorium rujukan apabila terjadi perselisihan akibat hasil pengujian.

3.2. Memberikan bantuan teknis kepada laboratorium pengujian pangan dan laboratorium pengujian lainnya di Indonesia.

3.2.1. Menyelenggarakan pelatihan mengenai metode analisis sesuai dengan lingkupnya;

3.2.2. Membentuk jejaring dengan laboratorium-laboratorium rujukan regional dan internasional lainnya untuk pertukaran informasi teknis dan peningkatan kerjasama.

4. Kompetensi Teknis

4.1. Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) harus mempunyai fasilitas yang memadai untuk menyelenggarakan pelatihan, termasuk personil yang kompeten, terlatih, dan berpengalaman dalam teknik analisis yang diterapkan di bidang kompetensinya;

4.2. Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) harus diakreditasi oleh badan akreditasi resmi, terutama oleh Badan Akreditasi Nasional, berdasarkan Persyaratan Umum Kompetensi untuk Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (ISO/IEC 17025);

4.3. Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) harus menyelenggarakan/mengkoordinir program uji profisiensi berdasarkan ISO 17043, ISO/TS 22117 atau uji banding antar laboratorium yang sesuai serta memastikan tidak lanjut yang tepat terhadap hasil uji profisiensi tersebut;

4.4. Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) harus berpartisipasi dalam uji profisiensi tingkat internasional yang relevan;

4.5. Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) harus mempunyai keahlian yang memadai untuk menjadi sumber informasi tentang Bahan Acuan Bersertifikat (Certified Reference Materials/CRMs) atau Bahan Pembanding (Reference Materials/RMs).

5. Penetapan LRPPI

Setiap instansi / organisasi nasional dapat mengusulkan beberapa laboratorium pengujian pangan yang berada di bawah wewenangnya untuk ditetapkan menjadi Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) ke Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI) sesuai dengan Prosedur Penunjukan LRPPI.

Panduan Pembentukan Panel Pakar
1. Acuan

1.1. Panduan Pembentukan Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (PP-KLPPI).

2. Ruang lingkup

Dokumen ini menjelaskan mengenai pembentukan Panel Pakar yang ditujukan untuk membantu tugas Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI) dalam mengevaluasi kompetensi Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) dan Laboratorium yang akan diusulkan terdaftar di ASEAN.

3. Tanggung Jawab

3.1. Memeriksa dan menilai dokumen;

3.2. Melakukan penilaian langsung ke laboratorium, khusus untuk LRPPI;

3.3. Membuat laporan evaluasi dan rekomendasi kepada KLPPI.

4. Kriteria Pemilihan Anggota Panel Pakar

4.1. Diusulkan dan dipilih oleh KLPPI;

4.2. Memiliki kompetensi khusus di bidang pengujian pangan yang diusulkan;

4.3. Panel pakar yang ditunjuk harus dari luar (tidak di dalam lingkup kementerian/institusi yang sama) atau tidak memiliki hubungan apapun terkait dengan laboratorium yang diusulkan;

4.4. Membuat pernyataan tidak memiliki konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;

4.5. Jumlah Panel Pakar terbatas tidak lebih dari tiga orang.

5. Penilaian

Kriteria dan prosedur untuk melakukan penilaian ditentukan oleh KLPPI.

Prosedur Penunjukkan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia
1. Acuan

1.1. Panduan Penunjukan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (PP-LRPPI);

1.2. Panduan Pembentukan Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (PP-KLPPI);

1.3. Panduan Pembentukan Panel Pakar.

2. Tujuan

Prosedur ini dibuat sebagai petunjuk dalam penunjukan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI).

3. Ruang Lingkup

Dokumen ini menjelaskan mengenai Prosedur Penunjukan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia.

4. Tanggung Jawab

4.1 Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia – KLPPI bertanggung jawab terhadap pelaksanaan verifikasi permohonan dan pemberian rekomendasi kepada calon Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia – LRPPI;

4.2 JLPPI bertanggungjawab terhadap penetapan dan pengesahan LRRPI berdasarkan rekomendasi KLPPI

5. Uraian

5.1 Pengajuan Permohonan

5.1.1. JLPPI menyusun rencana pembentukan LRPPI termasuk ruang lingkup pengujian dan prioritasnya, sesuai dengan kebutuhan nasional

5.1.2. JLPPI menginformasikan rencana penetapan LRPPI kepada seluruh koordinator sub jejaring JLPPI;

5.1.3 Koordinator sub jejaring menginformasikan kepada laboratorium pengujian pangan yang berada di lingkungannya untuk mengusulkan calon laboratorium rujukan nasional – LRRPI;

5.1.4. Laboratorium pengujian pangan tersebut mengajukan permohonan kepada koordinator sub jejaring dengan mengisi format usulan calon LRPPI dan melampirkan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan;

5.1.5. Koordinator sub jejaring mengajukan laboratorium pengujian pangan yang telah melengkapi berkas permohonan calon LRPPI kepada Komisi Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (KLPPI).

5.2. Verifikasi Permohonan Calon LRPPI

5.2.1. KLPPI membentuk Panel Pakar sesuai dengan ruang lingkup pengujian yang menjadi prioritas;

5.2.2. Panel Pakar melakukan verifikasi terhadap kelengkapan berkas dokumen permohonan calon LRPPI sesuai dengan checklist verifikasi. Tim Panel Pakar melakukan verifikasi lapangan (on-site assesment) ke laboratorium pengujian pangan yang diajukan menjadi calon LRPPI;

5.2.3. Panel Pakar menyusun laporan hasil verifikasi;

5.2.4. Jika hasil verifikasi memenuhi persyaratan, maka Panel Pakar memberikan rekomendasi penunjukan calon LRPPI kepada KLPPI;

5.2.5. Jika hasil verifikasi belum memenuhi persyaratan, maka Koordinator sub jejaring dapat menugaskan laboratorium pengujian pangan tersebut untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan atau mengajukan laboratorium pengujian pangan lain yang berada di sub jejaringnya sebagai pengganti dan proses verifikasi diulang
kembali.

5.3. Penetapan LRPPI

5.3.1. KLPPI melakukan rapat evaluasi akhir untuk membahas hasil verifikasi Panel Pakar dan menetapkan daftar laboratorium pengujian pangan yang direkomendasikan menjadi LRPPI;

5.3.2. JLPPI menetapkan LRPPI sesuai dengan ruang lingkup pengujian berdasarkan rekomendasi KLPPI.

6. Dokumen Terkait

6.1. Format Usulan Calon LRPPI;

6.2. Checklist Verifikasi Calon LRPPI

Sumber:

Judul: JLPPI – Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia

Penyusun: Sekretariat Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *