Pengemasan Pangan – Kajian Pengemasan yang Aman, Nyaman, Efektif dan Efisien (Part 1)

Pendahuluan

Sektor pengemasan merupakan industri global yang sangat penting. Pentingnya pengemasan dapat dilihat dari kenyataan di lapangan bahwa hampir tidak mungkin ditemui produk yang dijual di pasar dalam kondisi tanpa kemasan. Teknik pengemasan dan pemilihan kemasan yang tepat memerlukan banyak pertimbangan.

Untuk sebagian besar produk pangan, tujuan utamanya adalah: kemasan harus menyediakan sifat-sifat perlindungan yang optimal untuk melindungi produk dari penyebab kerusakan dari luar seperti cahaya, oksigen, kelembaban, mikroba atau serangga dan juga untuk mempertahankan mutu dan nilai gizi serta memperpanjang umur simpan.

Pertimbangan lainnya adalah: pengemasan harus didesain dengan bentuk dan ukuran yang cocok dan desain grafisnya harus mampu menarik pembeli.

Disisi lain, perkembangan teknologi pengemasan sangatlah pesat. Kemasan tidak hanya dituntut untuk memenuhi fungsi – fungsi dasar sebagai wadah, perlindungan dan pengawetan, media komunikasi, serta kemudahan dalam penggunaannya, tetapi saat ini suatu kemasan juga dituntut untuk ramah lingkungan dan turut aktif dalam memberikan perlindungan produk (active packaging) serta cerdas dalam memberikan informasi kondisi produk yang dikemasnya (intelligent packaging).

Perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu juga diikuti oleh kemajuan dibidang industri khususnya bidang pengemasan makanan dan minuman. Bahan dan bentuk kemasan yang digunakan semula bersifat alami. Namun selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berubah menjadi bahan dan bentuk yang berteknologi.

Fungsi kemasan bahan makan juga mengalami kemajuan yang semula hanya berperan untuk menampung dan pembawa produk selanjutnya mengalami berbagai penyempurnaan seperti mengawetkan, menakar, memberikan kemudahan bagi konsumen, sumber hukum, dan yang paling mutakir dan semakin menonjol adalah dimanfaatkannya kemasan sebagai sarana promosi atau silent salesman.

Contoh terakhir ini akan saagat nyata dan jelas dirasakan kalau kita berkunjung ke toko swalayan yang sekarang sudah mudah dijumpai dibanyak tempat. Dimasa yang akan datang tentunya pengemasan makanan dan minuman harus mampu dan dapat mengimbangi berbagai kemajuan lain dari kehidupan manusia yang bersifat global khususnya pada bidang industri pengolahan makanan.

Tantangan yang bersifat mendasar dari pengemasan makanan dan minuman yaitu bagaimana mengkombinasikan sifat produk yang dikemas dengan sifat kemasan, kondisi pengemasan dan distribusi serta tujuan akhir dari suatu produk.

Untuk menentukan pilihan yang tepat dalam pengemasan bahan makanan ada lima kreteria dasar yang harus diperhatikan yakni kenampakan, proteksi, fungsi, biaya dan kemudahan untuk membuang kemasan pasca pakai. Kemasan di Indonesia telah dan akan memainkan peranan yang penting dan menentukan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

Diperkirakan pertumbuhan pemakaian kemasan di Indonesia kedepan sekitar 10% – 13% setahun. Pemakaian kemasan yang terbesar di Indonesia adalah sektor agrofood, rata-rata sebesar 60% dari keseluruhan pemakaian kemasan.

Untuk jenis kemasan dari aluminium dan kaleng sekitar 71% dipergunakan untuk agrofood, untuk kemasan plastik 56% untuk agrofood dan untuk kemasan gelas dan paper board masing-masing 80% dan 55% dipergunakan di agrofood.

Sektor kemasan didunia ditandai dengan perubahan yang terus-menerus, dengan munculnya bahan kemasan baru, teknologi dan keterampilan baru. Persaingan yang sengit antara produsen, keharusan untuk memberikan yang terbaik pada para konsumen dan tekanan dari issue-issue lingkungan mendorong terjadinya perubahan, seperti
subsidi bahan dan pengurangan bahan dari kemasan yang ada.

Perubahan dalam kemasan juga dipicu oleh pertumbuhan komposisi penduduk, perubahan dalam persepsi, selera dan kebiasaan hidup penduduk. Namun faktor-faktor utama yang mendorong terjadinya perubahan dalam kemasan adalah perubahan dalam kebiasaan makan para konsumen.

Dewasa ini terdapat lebih banyak wanita yang bekerja, rumah tangga telah menjadi semakin kecil dan terdapat lebih banyak orang tua (manula). Ukuran kemasan makanan dan minuman harus disesuaikan dengan adanya perubahan-perubahan ini.

Kelurga dikota-kota besar telah jarang makan bersama dirumah setiap hari. Banyak yang makan sambil nonton televisi dan banyak juga yang makan. snack, roti, biskuit ataupun makanan ringan lainnya. Perubahan di dalam kebiasaan makan ini, telah meningkatkan permintaan untuk makanan olahan, yang dapat dimakan dengan segera.

Termasuk disini makanan yang telah di dinginkan, sehingga banyak rumah tangga yang mempunyai lemari es atau freezer juga makanan yang dikemas untuk dimasak di microwave, sehingga permintaan akan microwave juga meningkat.

Permintaan juga meningkat terhadap take away foods seperti chips, pizza, cumes, dll. Banyak yang sekarang ini makan diluar dari segala lapisan masyarakat. Juga banyak yang membeli makanan yang dikemas untuk hewan peliharaannya, seperti kucing, anjing dsb.

Faktor kesehatan. Faktor kesehatan mempunyai pengaruh yang sangat besar. Trend sekarang ini adalah untuk makan dengan lebih sehat, seperti “cereals” dan snack yang sehat untuk makanan pagi. Gejala yang sekarang ini terlihat disupermarket yang besar adalah bahwa makanan segar seperti buah-buahan, sayuran, daging, ikan dsb., tidak lagi dijual dalam ukuran kemasan tertentu, tetapi konsumen dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya, baru kemudian dikemas.

Juga penjualan roti dan kue segar yang dibuat sendiri oleh toko merupakan gejala yang tedapat secara umum. Permintaan juga sangat meningkat terhadap air bersih dan dikemas sebagai air minum. Perubahan juga terjadi terhadap kemasan makanan yang disebabkan oleh adanya pemalsuan dengan mempergunakan bahan-bahan yang lebih berbahaya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar atau untuk merusak nama baik si produsen.

Oleh karena itu penutup kemasan makanan sekarang ini dilengkapi dengan suatu seal pengamanan yang memperlihatkan apakah kemasan tersebut masih utuh. hal ini terdapat pada tutup botol atau tutup container gelas maupun plastik.

Faktor lingkungan. Issues lingkungan yang mempunyai dampak terhadap kemasan adalah : pengurasan sumber daya alam, pengolahan limbah, pembuangan sampah. Pengurasan dan penyalah gunaan sumber daya alam serta masalah-masalah dalam pengelolaan limbah, keduanya telah mondorong dikurangi penggunaan bahan kemasan, penggunaan kembali Jika hal itu memungkinkan dan recycling.

Lahan pembuangan sampah dinegara-negara maju telah menciut dan di negara-nogara yang berpenduduk padat, seperti Denmark, Belanda, Swiss, pengolahan limbah dilakukan dengan “incinerator”, yang dapat memberikan hujan asam dan pencemaran udara, jika tidak ditangani dengan baik. Sampah juga memberi masalah.

Negara-negara yang telah berhasil mengatasi masalah pembuangan sampah sampah antara lain Singapore dan Swiss, karena dikenakan denda yang besar terhadap siapa saja yang membuang sampah sembarangan. Sebagai respon terhadap undang undang lingkungan, Jerman telah memperkenalkan “Dual System” untuk mengolah kembali limbah yang dapat di recycle.

Industri kemasan telah maju dengan pesat dalam beberapa dekade belakangan ini, didorong oleh kebutuhan untuk mengembangkan bahan kemasan baru, proses baru, mesin kemasan baru yang dapat memberikan peluang usaha kepada para produsen dan dengan demikian mempertahankan iklim berusaha yang sehat.

Desakkan untuk mengurangi berat kemasan telah menyebabkan adanya substitusi seperti : dari kemasan gelas ke kemasan plastik untuk minuman, toiletries, dsb. dan dari kemasan kaleng ke kemasan fleksibel pouches untuk soup, dari kemasan kaleng ke kemasan PET untuk cairan agrokiia, kemasan kaleng ke polypropylene untuk kemasan cat.

Dalam sepuluh tahun terakhir ini berat bahan kemasan yang dipergunakan berkurang sekitar 30% umpama : botol PET, Open Top Cans, Kotak Corrugated dan kemasan gelas. Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.

Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi.

Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya Kemasan, diartikan secara umum adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan, terhadap benda lain.

Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.

Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan,getaran).

Disamping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi.

Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.

Sumber:

Judul: Pengemasan Pangan, Kajian Pengemasan yang Aman, Nyaman, Efektif dan Efisien

Penyusun:

Prof. DR. Ir. I Nyoman Sucipta, MP
DR. Ir. Ketut Suriasih, M, App.Sc
DR. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, MS

Udayana University Press 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *